Perilaku membuang sampah sembarangan sudah mengakar dalam masyarakat Sunda ( ???? ). Hal tersebut diungkap oelh Rini, mengutip penjelasan dosennya pada saat ia masih kuliah, pada Diskusi FORCI Seri 15 yang mengusung tema "Ciliwung: Akankah Sebening Embun?". Diskusi kali ini diselenggarakan di Auditorium 4 Fahutan IPB pada Sabtu, 13 Juni 2009.
Diskusi yang dihadiri 18 peserta ini diawali pemutaran film mengenai permasalahan sampah di Teluk Jakarta dan krisis air bersih di Bogor yang difasilitasi oleh Annas dari Komunitas Peduli Ciliwung (KPC). KPC merupakan komunitas yang terdiri dari berbagai individu yang berupaya mengajak berbagai pihak untuk mewujudkan mimpi Ciliwung yang indah, bersih, berair bening, dan sejuk, khususnya di wilayah Bogor, dari Katulampa hingga Cilebut. KPC terdiri dari Divisi Aksi, Divisi Riset, dan Divisi Kampanye.
"Gagasan tersebut muncul setelah saya berdiskusi dengan Hapsoro setelah ia memancing di Ciliwung dan hanya melulu mendapatkan sampah," ungkap Hari. Upaya mewujudkan mimpi tadi dimulai sejak sembilan bulan lalu dengan diawali dengan susur Ciliwung. Adapun kegiatan 'mulung' sampah yang dilakukan setiap hari minggu bertujuan untuk menyindir warga yang berdomisili di sekitar lokasi 'mulung'. Harapannya upaya tersebut akan menjadi aksi kolektif yang dapat menginspirasi warga Bogor lainnya.
Aksi kolektif ditujukan untuk mengubah nilai yang kurang baik terhadap lingkungan sehingga akan menuju perubahan perilaku yang ramah lingkungan. "Apa yang dilakukan KPC dengan melakukan sindiran kepada masyarakat merupakan salah satu cara mengubah nilai. Ada beberapa cara lain untuk mengubah nilai, yaitu melalui pendidikan yang terus-menerus baik formal maupun tidak, dan penegakan hukum. " terang Sudarsono Soedomo.
"Apa yang dilakukan oleh KPC ini pernah kami lakukan bagi Sungai Asahan. Di sana, kami menyediakan pos-pos sampah di pemukiman di sekitar bantaran Sungai Asahan. Permasalahan yang kami temukan adalah bagaimana mengajak industri di bantaran Sungai Asahan melakukan pengelolaan limbah dengan baik," ungkap Ardana yang pernah tergabung dalam Komunitas Asahan River.
Kegiatan aksi 'mulung' sampah yang dilakukan KPC dan masyarakat dipandang kurang mampu memberikan hasil yang nyata oleh beberapa peserta diskusi. "Perlu pula bagi KPC untuk memahami permasalahan-permasalahan yang lain yang mengakibatkan masyarakat di sekitar bantaran membuang sampah ke sungai. Misalnya memahami syarat-syarat pemukiman yang baik," usul Uge Ame. Ermalinda pun menambahkan, "untuk mengatasi permasalahan sampah di Sungai Ciliwung, KPC perlu melihat permasalahan ini secara holistik."
Aksi 'mulung' tanpa target waktu ini dipandang Sudarsono Soedomo dan Rita sebagai aksi 'orang gila'. 'Orang gila' yang memiliki passion untuk mewujudkan cita-cita.
"Perlu untuk diketahui bahwa kegiatan KPC bukan hanya aksi 'mulung' sampah saja, tetapi juga ada riset dan kampanye, adapula pendidikan lingkungan di sekolah-sekolah sekitar bantaran Sungai Ciliwung. Namun, perlu pula untuk diketahui bahwa KPC tidak dapat bekerja sendirian, butuh peran serta seluruh pihak untuk bersama-sama mewujudkan Ciliwung yang bersih, sejuk, dan bening. Sehingga 'kerjaan' ini bukan hanya menjadi pekerjaan KPC saja, tetapi juga menjadi 'kerjaan' warga Bogor. Dan ke depannya, akan muncul mindset di para wisatawan, bahwa Bogor adalah Ciliwung, bukan hanya Kebun Rayanya saja," ujar Ruby.
Ciliwung akankah sebening 'embun'? Hal tersebut akan sangat mungkin terwujud bila seluruh pihak terkait berkontribusi aktif dalam mengurai akar permasalahannya dan memformulasikan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Mari kita 'simpan yang buruk dan buang yang baik'.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Tentang FORCI-dev
FORCI Development (Center for Forestry Organization Capacity and
Institution Development-Pusat Pengembangan Kapasitas Organisasi dan
Kelembagaan Kehutanan) adalah sebuah unit kerja otonom di lingkungan
Fakultas Kehutanan IPB yang bergerak dalam penguatan kapasitas
sumberdaya manusia, organisasi, dan kelembagaan kehutanan, yang
didukung oleh kompetensi keilmuan dan pengalaman yang memadai dalam
bidang kehutanan dan yang terkait, mulai tataran kebijakan (policy)
sampai teknis (technical), dengan jejaring kerja dari pemerintah
(government) hingga non pemerintah (civil society). Selain itu, FORCI Development juga bergerak dalam upaya-upaya transfer knowledge.
Informasi lebih lanjut: forci.fahutanipb@gmail.com
Reported by: UBAY FORCI
Read more
'Orang gila' yang memiliki passion untuk mewujudkan cita-cita
Diskusi yang dihadiri 18 peserta ini diawali pemutaran film mengenai permasalahan sampah di Teluk Jakarta dan krisis air bersih di Bogor yang difasilitasi oleh Annas dari Komunitas Peduli Ciliwung (KPC). KPC merupakan komunitas yang terdiri dari berbagai individu yang berupaya mengajak berbagai pihak untuk mewujudkan mimpi Ciliwung yang indah, bersih, berair bening, dan sejuk, khususnya di wilayah Bogor, dari Katulampa hingga Cilebut. KPC terdiri dari Divisi Aksi, Divisi Riset, dan Divisi Kampanye.
"Gagasan tersebut muncul setelah saya berdiskusi dengan Hapsoro setelah ia memancing di Ciliwung dan hanya melulu mendapatkan sampah," ungkap Hari. Upaya mewujudkan mimpi tadi dimulai sejak sembilan bulan lalu dengan diawali dengan susur Ciliwung. Adapun kegiatan 'mulung' sampah yang dilakukan setiap hari minggu bertujuan untuk menyindir warga yang berdomisili di sekitar lokasi 'mulung'. Harapannya upaya tersebut akan menjadi aksi kolektif yang dapat menginspirasi warga Bogor lainnya.
Aksi kolektif ditujukan untuk mengubah nilai yang kurang baik terhadap lingkungan sehingga akan menuju perubahan perilaku yang ramah lingkungan. "Apa yang dilakukan KPC dengan melakukan sindiran kepada masyarakat merupakan salah satu cara mengubah nilai. Ada beberapa cara lain untuk mengubah nilai, yaitu melalui pendidikan yang terus-menerus baik formal maupun tidak, dan penegakan hukum. " terang Sudarsono Soedomo.
"Apa yang dilakukan oleh KPC ini pernah kami lakukan bagi Sungai Asahan. Di sana, kami menyediakan pos-pos sampah di pemukiman di sekitar bantaran Sungai Asahan. Permasalahan yang kami temukan adalah bagaimana mengajak industri di bantaran Sungai Asahan melakukan pengelolaan limbah dengan baik," ungkap Ardana yang pernah tergabung dalam Komunitas Asahan River.
Kegiatan aksi 'mulung' sampah yang dilakukan KPC dan masyarakat dipandang kurang mampu memberikan hasil yang nyata oleh beberapa peserta diskusi. "Perlu pula bagi KPC untuk memahami permasalahan-permasalahan yang lain yang mengakibatkan masyarakat di sekitar bantaran membuang sampah ke sungai. Misalnya memahami syarat-syarat pemukiman yang baik," usul Uge Ame. Ermalinda pun menambahkan, "untuk mengatasi permasalahan sampah di Sungai Ciliwung, KPC perlu melihat permasalahan ini secara holistik."
Aksi 'mulung' tanpa target waktu ini dipandang Sudarsono Soedomo dan Rita sebagai aksi 'orang gila'. 'Orang gila' yang memiliki passion untuk mewujudkan cita-cita.
"Perlu untuk diketahui bahwa kegiatan KPC bukan hanya aksi 'mulung' sampah saja, tetapi juga ada riset dan kampanye, adapula pendidikan lingkungan di sekolah-sekolah sekitar bantaran Sungai Ciliwung. Namun, perlu pula untuk diketahui bahwa KPC tidak dapat bekerja sendirian, butuh peran serta seluruh pihak untuk bersama-sama mewujudkan Ciliwung yang bersih, sejuk, dan bening. Sehingga 'kerjaan' ini bukan hanya menjadi pekerjaan KPC saja, tetapi juga menjadi 'kerjaan' warga Bogor. Dan ke depannya, akan muncul mindset di para wisatawan, bahwa Bogor adalah Ciliwung, bukan hanya Kebun Rayanya saja," ujar Ruby.
Ciliwung akankah sebening 'embun'? Hal tersebut akan sangat mungkin terwujud bila seluruh pihak terkait berkontribusi aktif dalam mengurai akar permasalahannya dan memformulasikan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Mari kita 'simpan yang buruk dan buang yang baik'.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Tentang FORCI-dev
FORCI Development (Center for Forestry Organization Capacity and
Institution Development-Pusat Pengembangan Kapasitas Organisasi dan
Kelembagaan Kehutanan) adalah sebuah unit kerja otonom di lingkungan
Fakultas Kehutanan IPB yang bergerak dalam penguatan kapasitas
sumberdaya manusia, organisasi, dan kelembagaan kehutanan, yang
didukung oleh kompetensi keilmuan dan pengalaman yang memadai dalam
bidang kehutanan dan yang terkait, mulai tataran kebijakan (policy)
sampai teknis (technical), dengan jejaring kerja dari pemerintah
(government) hingga non pemerintah (civil society). Selain itu, FORCI Development juga bergerak dalam upaya-upaya transfer knowledge.
Informasi lebih lanjut: forci.fahutanipb@gmail.com
Reported by: UBAY FORCI
- 9:03 PM
- FORCI
- 6 comments