Pemulungan Perdana
Rekan-rekan,
Catatan singkat ini juga saya kirim di mailist LAWALATA-IPB. Berikut saya sampaikan gambaran pelaksanaan Pemulungan Sampah Ciliwung yang perdana, Minggu (15/2).
Ciliwung Ruksak Hirup BalangsakBanner “Ciliwung Ruksak Hirup Balangsak” yang berukuran besar sudah terpasang di Lapangan Sempur sejak pukul 01.00 WIB dini hari pada Minggu (15/2), menandai akan dilakukannya Aksi Bersih Ciliwung Perdana yang telah beberapa kali didiskusikan di Gedung Alumni.
Aksi bersih yang sedianya akan dimulai pada pukul 07.00 WIB, mundur sampai pukul 08.00 WIB, tetapi dengan demikian peserta pemulungan sampah menjadi lebih banyak lagi. Jumlah peserta lebih kurang 80 orang, mereka misalnya ada yang dari Lawalata-IPB, Calon anggota Muda L-IPB, Telapak, FWI, AMAN, Burung Indonesia, Greenpeace, Komunitas Kampung Bogor, Komunitas Salam, Staf TNGP, staf TNGHS, staf Kebun Raya Bogor dan individu-individu lainnya yang tidak semunya dikenal. Mereka yang bergabung dalam aksi pulung sampah kebanyakan tidak atas nama organisasi tetapi atas nama individu.
Pemulungan sampah dilakukan mulai dari bawah Jembatan Jalak Harupat sampai Jembatan Lebak Kantin, di dekat Lapangan Sempur, sampai dengan pukul 11.00 WIB. Dalam aksi tersebut, terkumpul 106 karung sampah non organik seperti plastik kresek, bungkus makanan, botol plastik, kaca, sterefom, dan lainnya. Meskipun jumlah sampah yang dihasilkan cukup banyak, tetapi tampaknya belum menjawab tujuan awal, dimana sampah yang terkumpul adalah sampah plastik yang akan dimanfaatkan kembali (misalnya dijual, dan uang yang dihasilkan dapat digunakan untuk tambahan operasional Inisiatif Ciliwung. Hal ini dikarenakan sampah plastik sudah lama mengendap di sela-sela bebatuan dan bertautan dengan jenis sampah lainnya seperti kain, karung, dan kayu, sehingga lebih sulit untuk memisahkannya. Namun demikian, badan sungai Ciliwung menjadi terlihat jauh lebih bersih dari pada sebelum dilakukan pemulungan sampah.
Karung sampah kemudian diangkut dengan mobil Pick-Up yang dicarter dengan tiga kali angkut menuju Tempat Penyimpanan Akhir (TPA) di Bubulak. Karung sampah saat ini disimpan di kebun Mas Eko Purnomo (Eko Dayak). Namun ketika Tim pengangkut sampah sampai di lokasi, lahannya sudah ditanami palawija oleh penggarap tanah, sehingga space untuk penyimpanan karung sampah tidak mencukupi. Menyiasati hal ini, tim pengangkutan menumpuk karung-karung sampah plastik menjadi semacam pagar di tepi kebun. Kondisi ini menyebabkan beberapa lajur tanaman palawija menjadi rusak.
Aksi pemulungan sampah benar-benar selesai pada pukul 15.00 WIB ketika semua karung sampah dapat diangkut ke TPA. Secara umum, aksi pemulungan sampah berjalan dengan baik dan lancar. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah bergabung dan membantu dalam aksi pemulungan sampah ini.
Koempoel-Koempoel ah, ...
Setalah pelaksanaan kegiatan berakhir, beberapa orang yang belum pulang melakukan evaluasi di kantor FWI sampai dengan pukul 16.30 WIB. Beberapa point penting hasil diskusi diantaranya :
Berikoetnya ?
Waktu pemulungan : 08.00 – 11.00 WIB
Waktu pengangkutan : 11.00 – 15.00 WIB
Jumlah peserta : l.k. 80 orang
Jumlah karung terisi : 106 karung
Lokasi pemulungan : Jembatan Jalak Harupat – Jembatan Lebak Kantin
Lokasi TPA : Kebun Mas Eko Dayak
Salam
M.Muslich
P.J. Pemulungan Sampah Ciliwung Perdana
Email : m.muslich@burung.org
Leave a comment