Kemarin, kami (di sekretariat) mendapat sebuah surat pendek dari seorang kawan. Kawan tersebut adalah seorang Ketua RT di Kelurahan Tegal Gundil, Bogor. Kebetulan beliau sedang berada di lokasi pemulungan sampah Ciliwung hari Minggu lalu. Berikut isi suratnya ....
Setelah kegiatan pertama nggak nengok aksi Ciliwung, ada kesempatan pada aksi ke dua mampir ke Ciliwung.Pak RT, jadi maksudnya aksi ini memalukan, atau membuat malu??? heheheheee ....
Niat awal memang nggak bantu-bantu bersihin kali Ciliwung, wong kali Ciparigi depan rumahku saja masih kotor koq. Minggu depan aku mau nyontek aksi Ciliwung ah untuk bersih-bersih Ciparigi bareng warga RT-ku.
Karena nganggur, duduklah aku di tukang lotek dan ngobrol ngalor-ngidul dengan penduduk Lebak Kantin ngomongin orang-orang yang 'nggak punya kerjaan'. Ternyata aksi Ciliwung memalukan ... membuat malu mereka sebagai penduduk setempat, terjadi saling tunjuk diantara mereka tentang perilaku mereka yang selalu buang sampah ke Ciliwung.
Pulangnya ibu tukang lotek membungkus sampahnya dan membungkusnya dengan kertas koran. Mari kita perbesar aksi yang memalukan ini.