“Emang Ciliwung ada ikannya?”, mungkin itulah pertanyaan yang berulangkali harus kami (KPC) jawab saat akan melakukan pengoleksian ikan. Bagi kebanyakan orang, kalimat tanya ini mungkin terdengar sangat biasa atau bahkan tak bermakna apa-apa. Tak ada yang spesial, tak juga ada teka teki yang harus ditebak. Hanya sebuah pertanyaan yang membutuhkan jawaban saja. Cuma itu.
Biasa bagi kebanyakan orang, bukan juga berarti biasa bagi yang lainnya. Bagi Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) sendiri, pertanyaan yang dibangun dari empat kata ini telah memberikan makna lain berupa semangat. Semangat luar biasa yang kemudian diterjemahkan menjadi suatu keharusan. Bagai sebuah “pecut” yang mencambuk seluruh bagian tubuh, pertanyaan ini seakan telah menemukan caranya sendiri untuk memaksa KPC agar berusaha lebih keras melakukan sebuah pembuktian. Suatu upaya untuk menjawab pertanyaan serta mencari informasi tentang sesuatu yang bernilai benar.
Tantangan yang semakin menarik.
Susur Ciliwung yang digagas KPC merupakan kesempatan baik untuk mengenal Ciliwung lebih jauh serta menggali berbagai informasi yang ada, termasuk ikan-ikan yang menjadi penghuninya. Dengan penyusuran yang dilakukan mulai dari hulu sungai maka diharapkan banyak lokasi yang bisa digunakan untuk mengoleksi berbagai jenis ikan Ciliwung.Dalam derasnya arus sungai, di balik sampah-sampah yang mengotori Ciliwung, serta di belakang bebatuan yang menahan laju aliran sungai, ikan-ikan itu akhirnya bisa ditemukan dan ditangkap untuk dijadikan koleksi. Dari dua titik lokasi penangkapan di Desa Tugu Utara, Puncak, Bogor, total ikan yang berhasil diperoleh adalah sebanyak 26 ekor yang berasal dari 6 spesies (3 spesies lokal/native; 3 spesies asing/introduksi). Spesimen berupa ikan-ikan mati ataupun hidup selanjutnya menjadi koleksi

Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) yang kemudian dibawa ke Balai Riset Budidaya Ikan Hias, Depok milik Kementerian Kelautan dan Perikanan.Selain ikan-ikan yang diperoleh saat Susur Sungai, sebelumnya, KPC juga pernah mengoleksi beberapa spesies ikan penghuni Ciliwung lainnya di Lebak Kantin, Sempur; Kebun Raya Bogor; Bendungan Cibagoloh; serta Pangkalan Satu, Kedung Badak. Ikan-ikan tersebut antara lain adalah: sili, arelot, senggal, paray, …bersambung
RUBY VIDIA KUSUMAH
BALAI RISET BUDIDAYA IKAN HIAS
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
Jl. Perikanan No. 13 Rt 1/ RW 2
Pancoran Mas, Kota Depok
JAWA BARAT, INDONESIA 16436
Telp. 62 21 75 20 48 2
Cell. 62 87 87 87 57 20 5
Email: kusumah_rv@yahoo.com
BALAI RISET BUDIDAYA IKAN HIAS
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
Jl. Perikanan No. 13 Rt 1/ RW 2
Pancoran Mas, Kota Depok
JAWA BARAT, INDONESIA 16436
Telp. 62 21 75 20 48 2
Cell. 62 87 87 87 57 20 5
Email: kusumah_rv@yahoo.com
- 11:58 PM
- beunteur, Ciliwung, Glyptothorax, guppy liar, ikan, jeler, kehkel, Nemacheilus, nila, Oreochromis, platy pedang, Poecilia, Puntius binotatus, riset, spesies, susur, susur sungai, Xiphoporus
- 3 comments