Bogor, 21 Agustus 2009 – Setelah ratusan warga Bogor sukses melakukan aksi pembersihan Sungai Ciliwung memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-64. Hari ini Wakil Walikota Bogor Ahmad Rukyat menyerahkan piala dan hadiah kepada kelurahan yang paling banyak mengumpulkan sampah Ciliwung. Aksi mulung sampah yang dikemas kompetisi antar kelurahan itu memperebutkan piala bergilir Walikota Bogor.
Pemerintah Kota Bogor dan Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) resmi menutup penyelenggaraan Kompetisi Bersih Ciliwung di Kelurahan Sempur. Penutupan kompetisi ditandai dengan penganugerahan Piala Bergilir Walikota Bogor dan penyerahan hadiah kepada para pemenangnya. Hadir dalam penutupan tersebut Wakil Walikota Bogor Ahmad Ru’yat untuk menyerahkan hadiah dan penghargaan.
Kehadiran Walikota Bogor dalam acara ini menunjukkan niat baik Pemkot Bogor untuk mendukung kepedulian warga dalam menjaga kebersihan Sungai Ciliwung. Ratusan warga Bogor yang dengan antusias mengikuti Kompetisi Bersih Ciliwung memang perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintahnya. Ciliwung bersih hanya akan menjadi harapan kosong tanpa adanya dukungan penuh dari warga dan Pemerintah Kota Bogor.
Koordinator Kompetisi Bersih Ciliwung dari KPC, Een Irawan Putra mengungkapkan, “Warga di bantaran Ciliwung sebenarnya sangat berharap adanya keseriusan jajaran Pemkot untuk mendukung upaya membersihkan dari tumpukan sampah”.
Setelah melalui penilaian oleh panitia, akhirnya Kelurahan Sempur dinyatakan sebagai juara pertama dalam Kompetisi Bersih Ciliwung ini. Kemenangan ini disambut gembira oleh warga Sempur tak terkecuali Lurah Sempur, Hj. Yeti Sumiati.
“Saya bangga dengan kekompakan dan kepedulian warga akan kebersihan Ciliwung”, ungkap Bu Lurah berseri-seri. Partisipasi warga menjadi poin yang cukup menggembirakan dalam kompetisi ini.
Inisiasi lomba yang dilakukan KPC sebenarnya adalah upaya merangsang partisipasi warga untuk kembali peduli pada Ciliwung. Fakta unik yang mempertegas hal itu adalah lokasi penganugerahan yang sengaja dilakukan di tepi Sungai Ciliwung, yaitu di dekat lapangan volley RW 06 (Jembatan Harupat) Kelurahan Sempur Kecamatan Bogor Tengah.
KPC berharap kompetisi ini dapat mengawali keseriusan upaya pemerintah dan seluruh warga Bogor untuk membersihan sungai-sungai yang melintasi kota Bogor. Rutinitas bersih sungai diharapkan dapat dilakukan di setiap kelurahan.
“Kami membersihkan sungai setiap hari minggu, Korem melakukannya setiap hari Jum’at, tentunya sangat baik jika setiap kelurahan juga melakukan hal serupa”, pungkas Een.
CATATAN UNTUK EDITOR:
- Sungai Ciliwung mengalir sepanjang 119 km dari wilayah hulunya di Cagar Alam Telaga Warna (Puncak) hingga bermuara di Teluk Jakarta. Aliran sungai ini melintasi wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, dan Propinsi DKI Jakarta.
- Sepuluh kelurahan yang menjadi peserta Kompetisi Bersih Ciliwung ini adalah Kelurahan Katulampa, Kelurahan Sukasari, Kelurahan Babakan Pasar, Kelurahan Baranangsiang, Kelurahan Sempur, Kelurahan Bantarjati, Kelurahan Tanah Sareal, Kelurahan Kedung Badak, Kelurahan Sukaresmi, dan Kelurahan Kedung Halang
- Penilaian dalam kompetisi ini dilakukan dengan tiga kriteria, yaitu (1) jumlah karung sampah berukuran 25 kg yang dikumpulkan, (2) keterwakilan warga di setiap kelurahan (RT), dan (3) dukungan dari warga masyarakat di setiap kelurahan (moril dan materiil) serta kreatifitas warga.
- Kompetisi ini dimenangkan oleh Kelurahan Sempur sebagai juara pertama, Kelurahan Kedung Badak sebagai juara kedua, dan Kelurahan Kedung Halang sebagai juara ketiga.
- Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) adalah sebuah komunitas warga yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian Sungai Ciliwung. Komunitas ini berbasis di Bogor. Informasi lebih detil tentang kompetisi dan komunitas ini dapat diperoleh di situs web www.tjiliwoeng.co.cc
CONTACT PERSON
- Een Irawan Putra, Koordinator Kompetisi Bersih Ciliwung, mobile phone: 0815 975 3580, e-mail: irawanputra@gmail.com
- Anggit Saranta, media kontak, mobile phone: 081388227270, e-mail: anggitworld@gmail.com
Read more
Bogor, 16 Agustus 2009 – Hari ini, ratusan warga Bogor secara massal melakukan aksi pembersihan Sungai Ciliwung untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke-64. Tidak sekedar menggelar aksi biasa, acara tersebut dikemas sebagai sebuah kompetisi antar kelurahan dengan memperebutkan piala “bergengsi” dari Walikota Bogor.
Ratusan warga masyarakat bantaran Sungai Ciliwung berjibaku membersihkan sampah yang menumpuk di bebatuan sungai dan tepiannya. Sampah-sampah yang tidak mudah terurai seperti bahan plastik, kain dan besi dipungut untuk kemudian dimasukkan ke dalam karung-karung plastik yang telah disediakan. Tak jarang para pemulung dadakan ini harus berbasah-basah untuk mengangkat sampah plastik yang membelit di batu dan tersembunyi di dasar sungai. Selama tiga jam, mereka saling berlomba membela kelurahannya masing-masing untuk membersihkan lingkungannya. Mereka bak ksatria pembersih sungai dari sepuluh kelurahan di Bogor yang wilayahnya dilalui oleh aliran Sungai Ciliwung.
Kompetisi bersih sungai ini diselenggarakan oleh Komunitas Peduli Ciliwung (KPC), bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor. Kompetisi diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI yang ke-64. KPC menyediakan sejumlah uang tunai sebagai hadiah bagi pemenangnya. Sementara itu, Walikota Bogor, Diani Budiarto, menyediakan Piala Bergilir Ciliwung Bersih yang akan diperebutkan setiap tahunnya. Uniknya kegiatan ini menggunakan tema
Ciliwung Bersih, Warga Merdeka. “Tema tersebut sengaja kami pilih karena sungai bersih, indah dan sehat seharusnya menjadi cita-cita kemerdekaan hidup warga Bogor, terutama yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung”, ungkap Een Irawan Putra, Koordinator Kompetisi dari KPC.
KPC sendiri selama ini telah melakukan kegiatan pembersihan Ciliwung secara rutin di hari minggu. Semua itu dilakukan sebagai wujud kepedulian komunitas ini terhadap Sungai Ciliwung. Dengan penyelenggaraan kompetisi antar kelurahan ini, mereka berharap dapat memperluas upaya yang telah dilakukan dan merangsang kepedulian warga pada kebersihan sungai Ciliwung di Bogor.
Ernan Rustiadi, seorang pengamat tata-ruang dari Institut Pertanian Bogor menyambut baik kegiatan pembersihan massal ini. “Ini adalah hal baru yang menarik. Sebuah bentuk perubahan cara pandang warga Bogor di bantaran Ciliwung untuk memelihara sungai yang selama ini hanya dilihat sebagai tempat tak bertuan menjadi tempat publik yang harus dijaga (common property)”, paparnya.
KPC berharap kompetisi ini dapat menjadi titik awal bagi kepedulian warga terhadap sungai-sungai yang melintasi kota Bogor. Harapan ini tentunya tak akan menjadi kenyataan tanpa dukungan semua pihak, baik warga masyarakat, kalangan swasta, dan Pemerintah Kota Bogor. “Kami harap kompetisi ini dapat menjadi event tahunan di Bogor. Bila hal ini terus dilakukan, bukan tidak mungkin sungai bersih di Bogor tak lagi menjadi mimpi”, pungkas Een Irawan Putra dengan mantap.
CATATAN UNTUK EDITOR:
- Sungai Ciliwung mengalir sepanjang 119 km dari wilayah hulunya di Cagar Alam Telaga Warna (Puncak) hingga bermuara di Teluk Jakarta. Aliran sungai ini melintasi wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, dan Propinsi DKI Jakarta.
- Sepuluh kelurahan yang menjadi peserta Kompetisi Bersih Ciliwung ini adalah Kelurahan Katulampa, Kelurahan Sukasari, Kelurahan Babakan Pasar, Kelurahan Baranangsiang, Kelurahan Sempur, Kelurahan Bantarjati, Kelurahan Tanah Sareal, Kelurahan Kedung Badak, Kelurahan Sukaresmi, dan Kelurahan Kedung Halang
- Kompetisi ini dimulai pada pukul 08.00 hingga pukul 11.00 BBWI.
- Penilaian dalam kompetisi ini dilakukan dengan tiga kriteria, yaitu (1) jumlah karung sampah berukuran 25 kg yang dikumpulkan, (2) keterwakilan warga di setiap kelurahan (RT), dan (3) dukungan dari warga masyarakat di setiap kelurahan (moril dan materiil) serta kreatifitas warga.
- Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) adalah sebuah komunitas warga yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian Sungai Ciliwung. Komunitas ini berbasis di Bogor. Informasi lebih detil tentang kompetisi dan komunitas ini dapat diperoleh di situs web www.tjiliwoeng.co.cc
CONTACT PERSON
Een Irawan Putra, Koordinator Kompetisi Bersih Ciliwung
mobile phone: 0815 975 3580, e-mail: irawanputra@gmail.com
Ernan Rustiadi, Kepala Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) Institut Pertanian Bogor.
mobile phone: 0812 947 1939, e-mail: ernan@indo.net.id
Melly Nurmawati, media kontak
mobile phone: 0815 746 97 006, e-mail: mnurmawati@gmail.com
Read more
Jakarta, 5 Juni 2009. Sejumlah organisasi dan komunitas warga di Jakarta dan Bogor secara serempak melakukan aksi kepedulian bagi Ciliwung. Aksi yang akan melibatkan ratusan orang ini dilakukan sebagai upaya untuk menggalang kepedulian warga Jakarta dan Bogor terhadap rusaknya fungsi ekologis dan sosial Sungai Ciliwung. Aksi ini juga dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tanggal 5 Juni dan Hari Kelautan Sedunia tanggal 8 Juni.
Sungai Ciliwung adalah salah satu sungai besar di Jawa dan telah ratusan tahun lamanya menjadi urat nadi kehidupan warga masyarakat Jawa Barat dan Jakarta. Perubahan fisik sungai ini telah berdampak luas pada kehidupan masyarakat di kedua propinsi. Sungai yang tadinya berperan penting bagi kehidupan manusia, kini telah kehilangan fungsi utamanya. Kualitas air Sungai Ciliwung akhirnya mengalami penurunan dari waktu ke waktu karena pencemaran air, penyempitan badan sungai, dan pendangkalan.
”Kawasan Cagar Budaya Condet sebagai salah satu kawasan hijau yang tersisa di Jakarta merupakan kawasan penting sebagai pelestarian Salak Condet, buah asli Jakarta. Kerusakan Ciliwung, memberikan dampak bagi kelestarian kawasan ini,” ujar Abdul Khodir, penggerak Komunitas Ciliwung Condet.
Rusaknya fungsi sosial dan ekologi Ciliwung adalah potret rendahnya tanggung jawab semua pihak, baik warga, kalangan industri, dan pemerintah. Padahal secara historis sungai ini memiliki peran maha penting pada kehidupan warga selama ratusan tahun. Kini, sungai hanya dilihat sebagai sebuah “saluran pembuangan raksasa”. Bukan tidak mungkin kerusakan ini bermuara pada bencana banjir di Ibukota. Ade dari Relawan Ciliwung mengatakan,“Kami menemukan aktivitas pembuangan dan penimbunan sampah di sepanjang bantaran Ciliwung, di daerah Pejaten, Pasar Minggu. Jika timbunan itu longsor, maka aliran akan membendung aliran Ciliwung dan menyebabkan banjir yang parah di Ibukota”.
Kerusakan fungsi ekologis dan sosial Sungai Ciliwung ini mendorong sejumlah organisasi dan komunitas masyarakat di Jakarta dan Bogor untuk melakukan aksi kepedulian bertema “Satu Ciliwung Alirkan Sejuta Aksi”. Secara serempak aksi ini akan dilakukan puncaknya pada tanggal 7 Juni 2009, di Kota Bogor, Condet, Tanjung Barat, Bukit Duri, Kapuk Muara, dan Suaka Margasatwa Muara Angke. Aksi serempak ini akan melibatkan ratusan warga Jakarta dan Bogor dengan melakukan aksi bersih sampah, susur kali, dongeng untuk anak, dan kampanye anti penggunaan Styrofoam.
Di wilayah Bogor, aksi kepedulian terhadap Ciliwung ini sekaligus untuk memperingati Hari Jadi Kota Bogor yang ke-527 dan menjadi bagian dari aksi bersih sungai yang telah rutin dilakukan setiap hari minggu oleh Komunitas Peduli Ciliwung (KPC). Tidak hanya membersihkan sungai, KPC juga secara rutin melakukan serangkaian riset sederhana, pemutaran film, dan pendidikan lingkungan hidup di sekolah dasar. “Kami melakukan semua kegiatan ini secara sukarela. Ini adalah wujud tanggung jawab kami sebagai warga Bogor yang tidak ingin menanggung malu karena memiliki Sungai Ciliwung. Kami harap warga yang lain dan Pemerintah Kota dapat mengikuti upaya kami,” ungkap Hapsoro, Koordinator KPC.
Seorang relawan dari Jakarta Green Monster, Hendra Aquan mengatakan, “Dalam kegiatan ini kami melakukannya secara serempak di Jakarta dan Bogor, tidak lain karena Ciliwung memiliki hubungan erat antara hulu sampai hilir. Jadi apa yang dilakukan di hulu pasti akan berdampak di daerah hilir”. Sebagai contoh setiap tahunnya masyarakat di Kapuk Muara harus berurusan dengan gunungan sampah yang terbawa air banjir ketika musim hujan ataupun banjir pasang melanda kawasan pesisir utara Jakarta. Sampah – sampah tersebut tidak berasal dari kawasan mereka saja tapi akumulasi dari sampah masyarakat di Bogor, Depok, dan Jakarta yang dibuang ke Sungai Ciliwung.
Melalui kegiatan serentak ini diharapkan bisa mendorong kepedulian masyarakat untuk menjadikan Sungai Ciliwung bersih dan lestari di masa mendatang. “Dengan momentum Hari Lingkungan Hidup dan Hari Kelautan Sedunia kami mengajak siapa pun untuk secara bersama – sama dan mandiri terlibat di kegiatan ini. Bukan tidak mungkin jika kita bisa memperbaiki kondisi Sungai Ciliwung maka anak cucu kita masih bisa melihat keindahan burung Elang Jawa, burung Bubut Jawa, serta manisnya Salak Condet di masa mendatang” ungkap Rina Kusuma dari Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia.
CATATAN UNTUK EDITOR:
• Sungai Ciliwung mengalir sepanjang 119 km dari wilayah hulunya di Cagar Alam Telaga Warna (Puncak) hingga bermuara di Teluk Jakarta. Aliran sungai ini melintasi wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, dan Propinsi DKI Jakarta.
• Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung mencakup wilayah seluas 13.000 Ha. DAS Ciliwung telah menjadi habitat bagi keanekaragaman hayati penting bagi dunia, seperti jenis satwa endemik Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) di wilayah hulu dan Bubut Jawa (Centropus nigrorufus) di wilayah hilir. Tidak hanya itu, pada wilayah tengah juga memiliki keunikan khasanah keanekaragaman hayati seperti Salak Condet di wilayah Kampung Condet.
• Kerusakan Sungai Ciliwung ditimbulkan oleh adanya sejumlah aktivitas alih-fungsi kawasan yang tidak terkontrol di wilayah hulu menjadi perkebunan, vila, hotel, restoran, dan lapangan golf telah menurunkan daya dukung kawasan ini sebagai daerah tangkapan air. Sementara itu, di sepanjang wilayah hulu, tengah dan hilirnya juga dijumpai penimbunan sampah di bantaran sungai, pembuangan limbah industri dan rumah tangga.
• Kegiatan “Satu Ciliwung Alirkan Sejuta Aksi” dilakukan di enam titik lokasi yaitu:
- Sukamulya - Sukasari, Bogor. Kontak: Hapsoro (Koordinator KPC) 0815 8571 9872
- Sekolah Alam Ciliwung, Jl. Pucung No. 6 Condet Balekambang Jakarta Timur. Kontak: Abdul Khodir (Komunitas Ciliwung Condet) 021-95861570
- Sanggar Ciliwung, Jl. Bukit Duri I No. 21 Tebet Jakarta Selatan. Kontak: Ken (Ciliwung Merdeka) 0856 9337 0505
- Jembatan Tanjung Barat, Jl. TB Simatupang Jakarta Selatan. Kontak: Ade (Relawan Ciliwung) 0856 8660 196
- Suaka Margasatwa Muara Angke, Jl. Pantai Indah Utara 2 Pantai Indah Kapuk. Kontak: Edi (Jakarta Green Monster) 0813 1819 8675
- RW 04 Kapuk Muara, Jl. Kapuk Muara Jakarta Utara. Kontak: Riki (warga Kapuk Muara) 021 – 9245 2237)
• Aksi ini dilakukan sejumlah organisasi dan komunitas masyarakat di Jakarta dan Bogor, yaitu:
- Jakarta Green Monster, Jakarta
- Yayasan Terumbu Karang Indonesia, Jakarta
- Teens Go Green, Jakarta
- Masyarakat RW 04 Kapuk Muara, Jakarta
- Cardoner JSN (Joint Society for Nature), Jakarta
- Relawan Ciliwung, Jakarta
- Sahabat Alam, Jakarta
- SD Pangudi Luhur, Jakarta
- Sanggar Rumah Ilmu, Jakarta
- Relawan Ciliwung, Jakarta
- Komunitas Ciliwung Condet, Jakarta
- Ciliwung Merdeka, Jakarta
- Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia, Jakarta
- Rimbawan Muda Indonesia, Bogor
- Komunitas Peduli Ciliwung, Bogor
- PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Jakarta
• Informasi lebih lanjut: Rina Kusuma (Yayasan KEHATI) 0811 913 885
Lampiran=
1. Kerangka Acuan Kegiatan (lihat)
2. Undangan Liputan (lihat)
Read more