
Keseriusan upaya, keteguhan hati dan semangat tinggi memang selalu berbuah manis. Setelah (mungkin) ratusan liter peluh dikeluarkan, berpuluh bungkus sabun cuci, sabun mandi, beratus liter air minum, berbungkus2 nasi dan kue dikonsumsi ... akhirnya warga Kelurahan Bantarjati dapat merebut Piala Bergilir Kompetisi Mulung antar kelurahan se-kota Bogor tahun 2010 ini.
Bentuk pengorbanan itu memang masih belum seberapa, mereka punya berbagai cara lain (yang tentu saja sportif) sejak persiapan hingga saat kompetisi ini. Pak Lurah beserta jajarannya sudah jauh2 hari mengumpulkan para ketua RW utk bersatu memeriahkan kompetisi ini. Ada berkali-kali rapat yg telah diselenggarakan di kantor kelurahan sebelum kompetisi berlangsung. BABINSA kelurahan, TAGANA (Taruna Siaga Bencana) tingkat kelurahan, MUI kelurahan, LPM, kelompok2 SAR banjir pemuda, karang taruna, dan ibu2 PKK ternyata juga diikutsertakan. Ini adalah bentuk keseriusan dan kepedulian yang dilakukan dengan kesadaran penuh.
Keseriusan ini pun terjadi tak hanya saat persiapan. Saat kompetisi seluruh warga dan kelompok2 warga tersebut dengan semangat turut terlibat dalam mensukseskannya. Titik pemulungan sampah Ciliwung tak hanya berada di satu lokasi. Warga Bantarjati menyebar merata di tujuh wilayah RW yang dilintasi Sungai Ciliwung, dari mulai Bendungan Cibagoloh hingga depan Pasar Warung Jambu. Pada setiap titik setidaknya dijumpai lebih dari 20-an orang.
Sang Lurah pun turun ke sungai untuk memungut sampah dan menanam pohon. Demikian pula halnya dengan petugas kelurahan, BABINSA, Ketua RW, Ketua RT, MUI Kelurahan dan LPM. Para petinggi kelurahan ini ternyata tak hanya pandai memerintah dan mengintruksikan, tapi juga mengotori tangan mereka dengan sampah dan bermandi keringat.
Pada salah satu titik pemulungan yang berdinding tanggul terjal, para pemuda bahkan membersihkan sampah dengan bersemangat sekalipun harus menempuh resiko tinggi. Mereka bergantungan pada seutas tali plastik sembari membersihkan sampah-sampah yang terserak di dinding sungai itu.
Ibu-ibu PKK dan para warga perempuan tak tinggal diam. Mereka selalu siap sedia menyediakan minuman dan makanan ringan di setiap titik pemulungan sampah, walau tak harus dengan harga mahal. Pada beberapa titik pemulungan mereka hanya menyediakan sekedar air putih dan pisang. Namun apapun bentuknya, dukungan penuh kaum perempuan ini telah memompa semangat yang luar biasa bagi seluruh warga untuk bebersih runtah Ciliwung.
Sementara kelompok pemuda SAR sungai dan TAGANA bersiap dan waspada di titik2 rawan resiko bencana sepanjang sungai. Sehingga jika terjadi kecelakaan atau banjir bandang tiba-tiba, mereka dapat memberi peringatan bahaya ataupun melakukan evakuasi cepat.
Berbeda dengan kelurahan lain, Bantarjati melengkapi kreativitas keikutsertaan kompetisi ini dengan menanam pohon. Bukan sembarang pohon dan bukan sekedar menanam satu dua batang. Kelurahan Bantarjati berhasil memperoleh dukungan dari Kodim berupa 70 batang bibit pohon trembesi yg berguna sebagai peneduh dan penguat tepian sungai Ciliwung. Ketujuh puluh bibit tersebut pun langsung ditanam di sepanjang tepian Ciliwung pada 7 wilayah RW di kelurahan ini.
Rasanya tak ada kata yang paling tepat utk mengungkap apresiasi buat seluruh warga dan jajaran pemerintahan Kelurahan Bantarjati, kecuali ....
LUAR BIASA, SPEKTAKULER, MENAKJUBKAN, dan TOP MARKOTOP!!
Read more

Dimulai dari janji dan komitmen tahun 2009 lalu. Akankah Kompetisi Mulung Sampah Ciliwung antar Kelurahan se-Kota Bogor II di tahun 2010 ini dapat terlaksana? Memang tak mudah untuk memenuhinya. Jerih payah otak dan otot ditambah doa harus dicurahkan hingga yang direncanakan dapat terlaksana.
Dengan slogan "Ciliwung Ruksak, Hirup Balangsak", alhamdulillah semua itu akhirnya dapat menampakkan hasilnya. Kompetisi ini berhasil terlaksana dengan baik. Hari Sabtu lalu, 30 Oktober 2010, sepuluh kelurahan, dari 11 yang diundang menurunkan warganya sebagai peserta kompetisi ini. Ada ratusan orang yang berkumpul di tepi Ciliwung. Situasi ini terlihat dari mulai Katulampa, Baranangsiang, Sukasari, Babakan Pasar, Sempur, Bantarjati, Tanah Sareal, Kedung Badak, Kedung Halang, dan Sukaresmi.
Tak sekedar berkumpul tanpa hasil. Dengan penuh semangat mereka mengotori tangan, kaki, dan baju mereka karena tumpukan sampah Ciliwung perlu dibersihkan. Sampah plastik, besi, karet, kaca, dan kain yang sebagian besar menyebarkan aroma busuk tak menghambat warga untuk membersihkannya. Wajah mereka lelah, sebagian lagi tampak menyeringai mencoba menghindari sergapan uap busuk sampah itu. Mereka kotor, mereka juga basah kuyup karena air sungai bercampur lumpur.
Tak hanya warga yg turut serta dalam hiruk-pikuk keaktifan dan kepedulian akan sampah Ciliwung. Hari itu hampir di tiap kelurahan didukung langsung dengan kehadiran para lurahnya. Pada beberapa kelurahan bahkan peserta mulung dibantu oleh para ketua RW, ketua RT, LPM, MUI, Babinsa, Babinkamtibmas, karang taruna, penggerak PKK, dan TAGANA. Pihak dinas LH, dinas kebersihan, Polmas, bahkan RRI Bogor pun turut membantu acara kompetisi ini dengan menurunkan sejumlah stafnya.
Lalu ke mana para laskar karung yang biasanya setiap Sabtu mulung sampah di Ciliwung? Apakah mereka sudah bosan mulung? Tidak kawan ... mereka masih ada koq. Kompetisi ini penyelenggara utamanya adalah teman2 laskar karung KPC. Para laskar karung bertugas jadi panitianya. Sehingga pada hari H kompetisi, KPC yang tadinya hanya terdiri atas para laskar karung, kini jadi lebih banyak anggotanya hingga ratusan orang dari 10 kelurahan yang ada di Bogor.
Maka hari Sabtu itu, sampah di sepanjang bantaran Ciliwung di Kota Bogor dibersihkan oleh ratusan warga Bogor. Dibersihkan selama 3 jam sejak pukul 08.00 hingga 11.00. Usai acara, semua peserta dan panitia tampak lelah. Mereka pun beranjak meninggalkan lokasi dengan lega dan puas. Kompetisi telah berakhir. Tinggal menunggu saat2 diumumkannya kelurahan mana yg akan jadi pemenangnya. Dan Ciliwung pun menjadi sedikit lebih bersih dibandingkan sebelumnya.
Beberapa jam setelah kompetisi ini seorang ibu penjual minuman di Lapangan Sempur berseru, ”Mas ... itu Ciliwung yang tadi jadi tempat mulung banjiiirr!”. Saya bergegas menuju ke tepian sungai dan mendapati air bah Ciliwung yang mengamuk menutupi tiga per empat tinggi tebing sungai. Kejadiannya begitu cepat. Syukurlah kompetisi ini telah berakhir hingga kekhawatiran akan bahaya air bah saat kompetisi pun sedikit berkurang.
"Ciliwung Ruksak, Hirup Balangsak"
Read more
Masalah klasik dan kesadaran warga
Ditulis oleh Ruby Vidia Kusumah

Permasalahan sampah hampir dalam tiga minggu kemarin telah kembali menjadi buah bibir di kalangan warga Bogor. Bagaimana tidak? Akibat pemblokiran jalan masuk menuju tempat pembuangan akhir (TPA) oleh warga RT 08/05, Kampung Lalamping, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, sejak tanggal 11 hingga 27 Agustus lalu, telah menghambat proses pengangkutan dan pembuangan sampah di wilayah Bogor. Truk-truk pengangkut sampah baik dari kota maupun kabupaten tidak dapat beroperasi secara optimal seperti biasanya. Akibatnya, sampah-sampah pun menumpuk bahkan menggunung di tempat pembuangan sementara (TPS) serta menimbulkan bau tak sedap karena busuk setelah beberapa hari tak diangkut. Di kota Bogor, sampah yang menumpuk di TPS ini meluber hingga ke jalan-jalan utama.
Selain sampah hasil pungutan di darat, pemblokiran ini juga berimbas pada pembuangan sampah hasil “Kompetisi Bersih Ciliwung antar Kelurahan se-Kota Bogor” yang diadakan oleh KPC bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bogor (Minggu, 16/08/09). Sampah Ciliwung sebanyak 815 karung yang berhasil dikumpulkan warga dari setiap kelurahan, sementara waktu ditampung di kantor Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Paledang, kota Bogor, lalu kemudian dibuang bersama sampah lainnya ke TPA Curug Sukabumi dan Bantar Gebang Bekasi.
Setelah 16 hari berlangsung, menginjak tanggal 27 Agustus, pengangkutan sampah ke TPA Galuga pun barulah dapat kembali dilakukan secara normal. Namun, kini justru muncul pertanyaan di kepala saya, benarkah permasalahan ini telah selesai sampai disini? Menurut informasi yang diberitakan Jurnal Bogor (24/08/09), peristiwa ini merupakan kali kedua dalam tiga bulan terakhir ini. Bulan Juli yang lalu dilaporkan aksi serupa pernah terjadi. Lalu bagaimana untuk waktu ke depan nanti? Apakah benar-benar tidak akan terulang lagi…???
Dari kejadian ini, sudah saatnya bahkan menjadi suatu keharusan bagi seluruh warga Bogor untuk mulai menyadari dan memikirkan alternatif pengelolaan sampah yang tepat. Warga harus bisa mengambil pelajaran sebaik-baiknya dari peristiwa ini, karena ternyata kita tak hanya bisa mengandalkan segala sesuatunya pada “pihak tertentu” saja. Semua pihak harus terlibat dan diperlukan peran serta aktif dari seluruh warga untuk mengatasi “masalah klasik” ini. Minimal setiap individu harus berpikir bagaimana cara mengurangi sampah yang dihasilkan diri sendiri. Budaya membuang sampah pada tempatnya pun harus benar-benar kembali ditegakkan. Setidaknya kini kita harus menanamkan pemikiran bahwa “tas dan kantung baju/celana kita adalah tempat sampah pertama kita” jika tak menemukan tempat sampah terdekat. Terakhir, juga perlu diusahakan oleh kita untuk dapat memilah sampah mana yang harus dibuang dan sampah mana yang bisa didaur ulang atau diberdayagunakan kembali (sampah plastik, kertas, dan organik) agar dapat mengurangi beban sampah yang dihasilkan semaksimal mungkin.
Dalam kalimat sederhana kira-kira dapat saya tuliskan sebagai berikut:
“Semua upaya yang dilakukan sekarang merupakan "cara kita" menyediakan tempat terbaik dan aman untuk generasi mendatang”
Reference:
Email teman-teman KPC
Jurnal Bogor
Gambar diunduh dari sini
Read more
Upaya KPCDitulis oleh Ruby Vidia Kusumah
Sampah sungai merupakan

perhatian utama di kalangan warga Bogor yang tergabung dalam Komunitas Peduli Ciliwung (KPC). Kalau bisa dibilang,
“karena sampah sungai dan “perilaku menyeleweng” dari masyarakat inilah yang menginisiasi lahirnya gerakan komunitas ini”. Sejak terbentuk bulan Maret 2009 lalu, KPC telah gencar melakukan kampanye sebagai upaya penyadaran masyarakat atas sampah yang dibuang ke sungai Ciliwung. Setiap hari minggu kegiatan mulung rutin dilakukan untuk mengajak seluruh warga Bogor agar tidak menjadikan sungai Ciliwung sebagai “tempat sampah besar”. Tak hanya itu, kegiatan lainnya dalam rangka memperingati berbagai
event, baik lokal, nasional, bahkan internasional sekalipun, pernah diselenggarakan dan diikuti oleh KPC, mulai dari diskusi, talkshow, kampanye dengan cara “dangdutan”, hingga kegiatan yang “paling anyar” adalah “Kompetisi Bersih Ciliwung antar Kelurahan se-Kota Bogor”. Untuk mendukung aksinya, riset terhadap sungai dan masyarakat sekitar sungai pun dilakukan oleh KPC.
11–27 Agustus. Terjadinya “krisis pembuangan sampah” yang memakan waktu selama hampir tiga pekan, kembali mengundang keprihatinan di kalangan para
volunteer KPC. Email yang beredar di kalangan teman-teman KPC-pun fokus membahas permasalahan ini serta berusaha aktif mencari solusi tepat untuk mengatasinya. Ide pengelolaan sampah-pun kembali “muncul ke permukaan” dari salah seorang teman saya. Namun, ajakan yang kini muncul adalah justru untuk memikirkan bersama bagaimana melengkapi dan menyempurnakan ide tersebut? Maksudnya adalah… agar penyelesaian atas “masalah klasik” ini dapat segera dituntaskan!!! Titik!!! Tidak bisa ditunda-tunda lagi!!!
No Comment lagi pokoknya!!!.
Tak hanya memikirkan solusi, berbagai respon dari masyarakat pun kami diskusikan bersama dalam email sebagai bahan masukan, motivasi, serta evaluasi bagi pelaksanaan aksi KPC ke depan. Salah satu respon yang cukup menarik perhatian saya adalah komen salah seorang warga yang dikirimkan ke Facebook teman saya. Menurut email yang dikirimkan teman saya ini, kegiatan kompetisi bersih Ciliwung yang kami (KPC) selenggarakan 16 Agustus lalu mendapat komen sebagai berikut:
"kok sampah yang disungai aja yang diangkut. Itu mah sampah yang ngga keliatan. Sampah di pasar anyar tuh numpuk banget dan bau yang seharusnya diangkut"
Saya kurang begitu paham dengan komen teman kita yang satu ini. Apakah teman kita ini menganggap KPC itu sebagai sekumpulan orang yang hanya bekerja untuk mengambili sampah saja??? Atau bagaimana??? Tapi semua itu bukanlah suatu masalah besar untuk diperdebatkan, kami anggap sebagai kritik membangun yang mungkin kami lupa akan hal itu.
Pertama-tama saya mewakili teman saya yang bersangkutan mengucapkan terimakasih atas komen yang saudara berikan. Dengan adanya komen berupa saran ataupun kritik, berarti setidaknya masih ada warga yang peduli dan terus memantau “tumbuh kembang” Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) untuk jangka waktu hingga ke depan nanti. Yang jadi permasalahannya sekarang adalah, ternyata masalah sampah ini kini bukan hanya menjadi tanggung jawab “pihak tertentu” saja. Bukan hanya Dinas, KPC, ataupun perseorangan saja, tapi semua pihak harus ikut andil dan terlibat dalam mengatasinya. “Lha wong setiap orang itu ngasilin sampah tiap harinya kok! Tul gak?”. Jika hanya membebankan pada “pihak tertentu” saja maka hasilnya akan sama seperti yang pernah kita rasakan bersama baru-baru ini. “Iya toh?”. Buktinya pun sudah bisa dilihat dari komen saudara di atas. Untuk itu, marilah bahu-membahu mengatasi permasalahan ini.
Untuk memperjelas saja, KPC bukan bekerja sebagai pemulung (pengumpul) sampah, tapi lebih bertujuan pada upaya penyadaran masyarakat dan pemberian solusi untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan sampah. Untuk mewujudkan hal itu, tentu saja kami (KPC) tidak bisa bekerja dan berjalan sendiri saja. Perlu bantuan dan dukungan dari seluruh pihak terutama warga Bogor secara keseluruhan. Seperti halnya yang telah saya tuliskan pada artikel sebelumnya, ”Kami hanyalah sekumpulan orang biasa yang optimis dan berusaha bangkit mewujudkan mimpi-mimpi itu?”. Seoptimis-optimisnya kami, kami tetaplah sekumpulan orang biasa. Tanpa bantuan dan dukungan dari seluruh pihak maka mimpi atas penyelesaian “masalah klasik” ini dapat dipastikan tidak akan pernah terwujud.
Sekian, semoga bisa menjadi bahan renungan bersama…
Gambar diatas diunduh dari sini
Read more
Sebuah Catatan Kegiatan Kompetisi Bersih Ciliwung (2)Ditulis oleh Een Irawan Putra

Nasi telah menjadi bubur. Ucapan yang sudah terucap tidak mungkin ditarik kembali (walaupun sebenarnya saya tidak mengucapkannya secara langsung. Hanya lewat email. Saya bisa koreksi email saya dan menyatakan bahwa yang menulis email itu adalah otak dan tangan saya. Mereka kerjasama sore itu).
Dengan sangat terpaksa dan berat hati (hati menjadi berat karena ‘hati’ masih protes) saya mengundang teman-teman komunitas untuk datang dan kumpul disuatu tempat. Membahas detail konsep kompetisi ini. Yang datang pada malam pertama kumpul sebanyak 5 orang. Saya meminta beberapa masukan bagaimana baiknya menjalankan kompetisi ini. Beberapa tambahan ide dan tambahan nama-nama pasukan yang mau bantu didapat malam itu. Orang-orang ngga normal dan pemikirannya jauh dari standar ini masih tetap konsisten untuk membantu.
Disuatu malam sebelum memejamkan mata untuk beristirahat saya baru menyadari bahwa otak dan tangan saya menjadi kompak mungkin karena mereka masih ingat pertanyaan yang saya lontarkan beberapa bulan yang lalu kepada Dwi. Bahwa inilah saatnya jika kamu ingin melihat sekitar 500-1000 orang turun ke ciliwung didalam waktu yang sama dan memungut sampah seperti yang komunitas ini lakukan. Saya hanya tersenyum dan setelah itu terlelap tidur.
Ketika bangun pagi saya langsung mengambil handphone saya dan menelpon beberapa orang untuk atur janji agar bisa bertemu. Selain bertemu dengan orang yang berurusan dengan pekerjaan, saya juga menghubungi Pak Dudi, seorang kepala bidang kebersihan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Bogor untuk membahas konsep kegiatan yang akan kita lakukan. Saya langsung mandi dan berpakain rapih untuk bertemu mereka. ‘Hati’ masih protes, karena sekarang sudah musti berpakaian rapih dan pakai sepatu. Tidak lagi memakai kaos oblong dan sandal jepit. Yaa.. inilah modal awal untuk melobby dan meyakinkan orang-orang bahwa kegiatan ini sangat bagus dan harus terlaksana. Berusaha mencari dukungan sebanyak-banyaknya dan siapapun itu harus mendukung kegiatan ini.
“Yak.. ini bagus sekali kegiatannya. Saya setuju dan mendukung kegiatan ini. Kamu langsung bertemu dengan Walikota saja dan audiensi di depan beliau. Saya yakin Pak Walikota akan setuju dan akan mendukung kegiatan ini. Saya akan atur jadwalnya dengan pak Walikota.” Itulah jawaban yang saya terima ketika saya presentasi konsep kegiatan ini didepan orang-orang Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Bogor.
Otak dan tangan tersenyum… “See… they will support you. Don’t worry..”
Selama dua minggu energi saya terkuras karena musti bolak-balik Bogor-Jakarta untuk mengerjakan pekerjaan rutin. Malamnya sepulangnya dari Bogor, ‘hati’ tidak tenang dan gundah. Bagaimana dengan kegiatan komunitas ini. Bagaimana dengan persiapannya. Ahh…biarkan saya beristirahat sejenak dan memikirkannya. Mata kembali terpejam. Besok pagi sudah musti ke Jakarta lagi.
Ringtone di handphone saya berbunyi dan handphone-nya pun bergetar. Terdengar suara dari tempat yang sama, yaitu Jakarta. “EN you must go to Batam Island tomorrow morning. Your flight is 7.05 AM. They will pick up you and your friend in the airport. You will stay there maybe for 4 days”. Handphone ditutup.
‘Hati’ mulai gusar dan tambah gundah. Selama 4 hari akan tinggal di Batam. Sekarang sudah tanggal 5 Agustus. Kompetisi akan berlangsung tanggal 16 Agustus. Sampai sekarang belum ada jadwal untuk bertemu dengan Walikota. Undangan belum dibuat. Lurah-lurah belum dihubungi. Warga belum diberi tahu.
“So, what are you doing now?”.
Bersambung...
Gambar diatas dicuplik dari sini
Read more
Sebuah Catatan Kegiatan Kompetisi Bersih Ciliwung (1)Ditulis oleh Een Irawan Putra
Editor Melly Nurmawati

Sekitar empat bulan yang lalu saya pernah berdiskusi dengan seorang teman. Kita sebut saja namanya Dwi. Saya sempat melontarkan pertanyaan kepada Dwi
“Apakah bisa kita mengajak warga Bogor sekitar 500-1000 orang dalam waktu yang sama untuk turun ke ciliwung dan membersihkan ciliwung seperti yang kita lakukan selama ini? Sepertinya kita harus mencari cara untuk itu”.
Waktu berjalan tanpa terasa. Hari terus berganti seperti biasanya. Kegiatan komunitas ini tetap berjalan sewajarnya. Setiap minggu pagi kumpul ditempat yang berbeda-beda di pinggiran ciliwung untuk mencoba mengangkut sampah anorganik yang ada di sungai. Terkadang cukup ramai ada sekitar puluhan orang yang bergabung. Terkadang hanya berdua, bertiga dan tidak lebih dari enam orang. Tapi aktivitas ini memang diusahakan akan terus berjalan.
Agustus. Semua orang menyambut dengan antusias bulan Agustus. Dari pelajar, pegawai negeri, petani, tentara, warga di kelurahan, kampung dan pelosok desa. Mulai dari persiapan upacara bendera, berlatih gerak jalan agar kelompoknya menang nanti disaat lomba gerak jalan sampai dengan berbagai macam lomba yang biasanya diadakan pada bulan ini. Agustus membangkitkan jiwa kepatriotan di sanubari setiap orang yang merayakannya. 17 Agustus adalah hari perayaan kemerdekaan negara kita tercinta. Indonesia.
Akhir Juli 2009
Jam tangan menunjukkan pukul 15.00 WIB. Sambil duduk didepan komputer, saya memperhatikan beberapa email yang masuk. Email dari teman-teman komunitas peduli ciliwung masuk dengan topik membahas kegiatan dalam menyambut hari kemerdekaan. Ternyata orang-orang di komunitas saya juga sedang bangkit jiwa kepatriotannya. Kalau seandainya Negara Malaysia mengajak perang saat itu, mungkin mereka akan bergabung menjadi laskar jihad untuk melawan Negara Malaysia. Ini terlihat dari rangkain kata-kata yang mereka tulis di badan email dan di attachment.
Dari email yang ada, mereka ingin meramaikan hari kemerdekaan dengan mengadakan sebuah lomba. Tapi lomba ini berbeda dengan lomba-lomba yang ada. Lomba ini belum pernah diadakan oleh siapa pun. Bukan !. Bukan balap karung pakai rok, bukan pula panjat pinang yang hadiahnya merci. Lomba ini adalah lomba kebersihan. (ah, standar. Di RT gw juga sering). Kalo lomba kebersihan kali ciliwung? (waduh, apaan tuh?). Yup, ini adalah Lomba kebersihan kali Ciliwung atau nama kerennya “Kompetisi bersih ciliwung antar kelurahan se-Kota Bogor”. Gile, dahsyat gak tuh. Yang lebih kerennya lagi, mereka berencana untuk mengajak Walikota Bogor untuk membantu kegiatan ini dan membuat piala bagi kelurahan yang menang. Gagasan yang bagus. Pertanyaan selanjutnya adalah, Siapa yang akan menjadi komandannya?
Membaca email tersebut membuat saya termenung. Beberapa pertanyaan melintas. Akan seperti apa kompetisi ini dan bagaimana mewujudkannya. Ada berapa ya kelurahan disepanjang sungai ciliwung? Berapa orang yang akan diajak untuk ikut kompetisi. Sementara itu beberapa minggu lagi sudah memasuki bulan Agustus. “Dengan waktu yang sesempit itu bagaimana bisa mempersiapkan dan mengadakan event sebesar ini?” pikirku dalam hati.
Kata mbah, Impossible is impossible. Tidak ada yang tidak mungkin. Saya tidak mau menjadi orang yang pesimis. Saya yakin kegiatan ini dapat kita wujudkan bersama-sama. Secara tak sadar saya menggerakkan mouse ke tombol “reply all” dan meng-klik-nya. Perlahan dan pasti jari-jari saya menekan tombol-tombol yang ada di keyboard. Pikiran yang ada di otak seakan sudah kompak terhadap jari-jari saya. Dengan lancar membalas email tersebut. Seolah tidak memikirkan apa konsekuensi dari jawaban saya nanti.
Jawaban yang saya tulis adalah:
“Bagus sekali ide ini.. harus segera kita jalankan.
Klo memang tidak ada yang mau mengacungkan diri untuk koordinator acara ini, saya bersedia menggarap acara 17 an ini. Tentunya juga butuh support dari teman-teman lainnya untuk diajak jalan (manusia-manusia yang tidak normal dan pemikirannya luar standar). Saya ingin moment 17 an ini dan konsep yang sangat bagus ini bisa bermanfaat untuk warga bogor dan nama komunitas peduli ciliwung (ciliwung
community) bisa semakin dikenal orang-orang di Bogor dan Indonesia ini.”
Sent to all. KLIK!
Dalam beberapa jam kemudian semua orang-orang yang tidak normal dan pemikirannya tidak standar tersebut merespon email saya dan semua jawabannya hampir sama “Setuju… EN jadi koordinator.. Silahkan Komandan EN untuk menjalankan tugas mulia ini”
Saya hanya bengong membaca balasan-balasan email yang masuk. Hati saya protes kepada otak dan tangan saya. “Hey what are you doing? Do you know what the consequence for that?”
Bersambung…
Lukisan diatas dicuplik disini
Read more
Berita Radar Bogor 23-08-2009
Sempur Juarai Kompetisi Ciliwung BersihBOGOR - Setelah menyelenggarakan kompetisi Ciliwung Bersih antarkelurahan se-Kota Bogor pada 16 Agustus lalu, Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyerahkan trofi juara kompetisi Ciliwung Bersih di tepi Sungai Ciliwung RW 06, Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Jumat(21/8).
Kelurahan Sempur tercatat sebagai pengumpul sampah Sungai Ciliwung terbanyak dan menjadi juara umum dalam kompetisi tersebut. “Saya bangga dengan kekompakan dan kepedulian warga akan kebersihan Ciliwung,” kata Lurah Sempur Yeti Sumiati. Juara dua dinobatkan kepada Kelurahan Kedungbadak, sedangkan juara ketiga diraih Kelurahan Kedunghalang.
Pada kesempatan tersebut, hadir Wakil Walikota Bogor Achmad Ru’yat untuk menyerahkan piala bergilir yang disediakan Walikota Bogor Diani Budiarto kepada wakil dari Kelurahan Sempur. Kehadiran Ahmad Ru’yat dalam acara tersebut merupakan perwujudan niat baik Pemkot Bogor dalam mendukung kepedulian warga menjaga kebersihan Sungai Ciliwung.
“Saya senang dan bangga pada warga Kota Bogor yang aware terhadap lingkungannya,” ujar Ru’yat. Ru’yat juga berharap acara tersebut (Kompetisi Ciliwung Bersih, red) dapat menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat Kota Bogor untuk terus menjaga lingkungan sekitarnya.
Saat ini, kondisi Sungai Ciliwung semakin tercemar akibat tindakan masyarakat yang membuang sampah ke sungai. Tak ayal, kondisi tersebut kerap memicu terjadinya banjir dan menjadi sumber berbagai macam penyakit. Oleh karena itu, KPC sebagai penyelenggara kompetisi Ciliwung Bersih berharap kompetisi tersebut dapat menjadi titik awal terciptanya kepedulian warga terhadap sungai-sungai yang melintasi Kota Bogor.
Melihat tingginya animo masyarakat yang berpartisipasi dalam lomba, KPC berencana untuk menjadikan acara kompetisi Ciliwung Bersih sebagai agenda tahunan demi terciptanya Sungai Ciliwung yang bersih. “Kami berharap kompetisi ini dapat menjadi even tahunan di Kota Bogor. Bila kegiatan ini terus dilakukan, bukan tidak mungkin sungai bersih di Bogor tak lagi sekadar mimpi,” jelas Koordinator Acara Kompetisi Ciliwung Bersih Een Irawan Putra.(pkl28)
(Redaksi)
Sumber=
http://radar-bogor.co.id/?ar_id=MzU5NjQ=&click=MjE=
Read more
Bogor, 21 Agustus 2009 – Setelah ratusan warga Bogor sukses melakukan aksi pembersihan Sungai Ciliwung memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-64. Hari ini Wakil Walikota Bogor Ahmad Rukyat menyerahkan piala dan hadiah kepada kelurahan yang paling banyak mengumpulkan sampah Ciliwung. Aksi mulung sampah yang dikemas kompetisi antar kelurahan itu memperebutkan piala bergilir Walikota Bogor.
Pemerintah Kota Bogor dan Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) resmi menutup penyelenggaraan Kompetisi Bersih Ciliwung di Kelurahan Sempur. Penutupan kompetisi ditandai dengan penganugerahan Piala Bergilir Walikota Bogor dan penyerahan hadiah kepada para pemenangnya. Hadir dalam penutupan tersebut Wakil Walikota Bogor Ahmad Ru’yat untuk menyerahkan hadiah dan penghargaan.
Kehadiran Walikota Bogor dalam acara ini menunjukkan niat baik Pemkot Bogor untuk mendukung kepedulian warga dalam menjaga kebersihan Sungai Ciliwung. Ratusan warga Bogor yang dengan antusias mengikuti Kompetisi Bersih Ciliwung memang perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintahnya. Ciliwung bersih hanya akan menjadi harapan kosong tanpa adanya dukungan penuh dari warga dan Pemerintah Kota Bogor.
Koordinator Kompetisi Bersih Ciliwung dari KPC, Een Irawan Putra mengungkapkan, “Warga di bantaran Ciliwung sebenarnya sangat berharap adanya keseriusan jajaran Pemkot untuk mendukung upaya membersihkan dari tumpukan sampah”.
Setelah melalui penilaian oleh panitia, akhirnya Kelurahan Sempur dinyatakan sebagai juara pertama dalam Kompetisi Bersih Ciliwung ini. Kemenangan ini disambut gembira oleh warga Sempur tak terkecuali Lurah Sempur, Hj. Yeti Sumiati.
“Saya bangga dengan kekompakan dan kepedulian warga akan kebersihan Ciliwung”, ungkap Bu Lurah berseri-seri. Partisipasi warga menjadi poin yang cukup menggembirakan dalam kompetisi ini.
Inisiasi lomba yang dilakukan KPC sebenarnya adalah upaya merangsang partisipasi warga untuk kembali peduli pada Ciliwung. Fakta unik yang mempertegas hal itu adalah lokasi penganugerahan yang sengaja dilakukan di tepi Sungai Ciliwung, yaitu di dekat lapangan volley RW 06 (Jembatan Harupat) Kelurahan Sempur Kecamatan Bogor Tengah.
KPC berharap kompetisi ini dapat mengawali keseriusan upaya pemerintah dan seluruh warga Bogor untuk membersihan sungai-sungai yang melintasi kota Bogor. Rutinitas bersih sungai diharapkan dapat dilakukan di setiap kelurahan.
“Kami membersihkan sungai setiap hari minggu, Korem melakukannya setiap hari Jum’at, tentunya sangat baik jika setiap kelurahan juga melakukan hal serupa”, pungkas Een.
CATATAN UNTUK EDITOR:
- Sungai Ciliwung mengalir sepanjang 119 km dari wilayah hulunya di Cagar Alam Telaga Warna (Puncak) hingga bermuara di Teluk Jakarta. Aliran sungai ini melintasi wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, dan Propinsi DKI Jakarta.
- Sepuluh kelurahan yang menjadi peserta Kompetisi Bersih Ciliwung ini adalah Kelurahan Katulampa, Kelurahan Sukasari, Kelurahan Babakan Pasar, Kelurahan Baranangsiang, Kelurahan Sempur, Kelurahan Bantarjati, Kelurahan Tanah Sareal, Kelurahan Kedung Badak, Kelurahan Sukaresmi, dan Kelurahan Kedung Halang
- Penilaian dalam kompetisi ini dilakukan dengan tiga kriteria, yaitu (1) jumlah karung sampah berukuran 25 kg yang dikumpulkan, (2) keterwakilan warga di setiap kelurahan (RT), dan (3) dukungan dari warga masyarakat di setiap kelurahan (moril dan materiil) serta kreatifitas warga.
- Kompetisi ini dimenangkan oleh Kelurahan Sempur sebagai juara pertama, Kelurahan Kedung Badak sebagai juara kedua, dan Kelurahan Kedung Halang sebagai juara ketiga.
- Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) adalah sebuah komunitas warga yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian Sungai Ciliwung. Komunitas ini berbasis di Bogor. Informasi lebih detil tentang kompetisi dan komunitas ini dapat diperoleh di situs web www.tjiliwoeng.co.cc
CONTACT PERSON
- Een Irawan Putra, Koordinator Kompetisi Bersih Ciliwung, mobile phone: 0815 975 3580, e-mail: irawanputra@gmail.com
- Anggit Saranta, media kontak, mobile phone: 081388227270, e-mail: anggitworld@gmail.com
Read more
Bersama ini kami ingin menyampaikan bahwa penyelenggaraan Kompetisi Ciliwung Bersih Antar Kelurahan se-Kota Bogor pada tanggal 16 Agustus 2009 telah selesai kami laksanakan. Kompetisi ini mendapat animo yang sangat baik dari warga bantaran Sungai Ciliwung. Sedikitnya kompetisi ini telah diikuti oleh 450 orang warga Bogor yang tinggal di sekitar bantaran sungai. Selama kegiatan, para peserta telah mengumpulkan sampah anorganik sejumlah 815 karung dari Sungai Ciliwung.
Sesuai dengan rencana yang telah kami susun, maka Komunitas Peduli Ciliwung akan menyelenggarakan acara penyerahan hadiah kepada para pemenang kompetisi. Kami mengundang Bapak Walikota untuk dapat menyerahkan secara langsung “Piala Bergilir Ciliwung Bersih dan sejumlah hadiah” kepada para juara kompetisi. Berikut ini adalah penjelasan singkat tentang acara tersebut:
Acara : Penganugerahan Juara Kompetisi Ciliwung Bersih Antar Kelurahan se-Kota Bogor
Hari, Tanggal : Jum’at, 21 Agustus 2009
Waktu : 08.00 – 11.00 BBWI
Lokasi : Tepian Sungai Ciliwung dekat lapangan volly RW 6 (Jembatan Harupat)Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah
Demikian surat undangan ini. Mengingat pentingnya acara ini, serta antusiasme warga bantaran Ciliwung terhadap seluruh rangkaian kegiatan, maka kami sangat berharap agar Bapak/ibu berkenan hadir dalam acara tersebut.
Salam,
Een Irawan Putra
Koordinator Acara
Kompetisi Bersih Ciliwung
Antar Kelurahan se-Kota Bogor
Read more

Posting ini adalah sebuah terusan (forward) berita mengenai Kompetisi Bersih Ciliwung dalam
Portal Berita Lingkungan.
Bogor, BERLING- Warga Bogor punya cara tersendiri dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 68, mereka memilih melakukan aksi pembersihan Sungai Ciliwung.
Acara tersebut dikemas sebagai sebuah kompetisi antar kelurahan dengan memperebutkan piala “bergengsi” dari Walikota Bogor berlangsung kemarin (16/8) di Sungai Ciliwung.
Ratusan warga masyarakat bantaran Sungai Ciliwung berjibaku membersihkan sampah yang menumpuk di bebatuan sungai dan tepiannya. Sampah-sampah yang tidak mudah terurai seperti bahan plastik, kain dan besi dipungut untuk kemudian dimasukkan ke dalam karung-karung plastik yang telah disediakan.
Tak jarang para pemulung dadakan ini harus berbasah-basah untuk mengangkat sampah plastik yang membelit di batu dan tersembunyi di dasar sungai. Selama tiga jam, mereka saling berlomba membela kelurahannya masing-masing untuk membersihkan lingkungannya. Mereka bak ksatria pembersih sungai dari sepuluh kelurahan di Bogor yang wilayahnya dilalui oleh aliran Sungai Ciliwung.
Kompetisi bersih sungai ini diselenggarakan oleh Komunitas Peduli Ciliwung (KPC), bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor. Kompetisi diselenggarakan untuk memeriahkan HUT RI ke-64.
KPC menyediakan sejumlah uang tunai sebagai hadiah bagi pemenangnya. Sementara itu, Walikota Bogor, Diani Budiarto, menyediakan Piala Bergilir Ciliwung Bersih yang akan diperebutkan setiap tahunnya.
Penilaian dalam kompetisi ini dilakukan dengan tiga kriteria, yaitu pertama jumlah karung sampah berukuran 25 kg yang dikumpulkan, kedua keterwakilan warga di setiap kelurahan (RT), dan terakhir dukungan dari warga masyarakat di setiap kelurahan (moril dan materiil) serta kreatifitas warga. Acara tersebut diikuti sekitar 450 orang warga dan berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 850 karung
Uniknya kegiatan ini menggunakan tema Ciliwung Bersih, Warga Merdeka.“Tema tersebut sengaja kami pilih karena sungai bersih, indah dan sehat seharusnya menjadi cita-cita kemerdekaan hidup warga Bogor, terutama yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung”, ungkap Een Irawan Putra, Koordinator Kompetisi dari KPC.
Menurut Een, panggilan akrab Een Irawan Putra, KPC sendiri selama ini telah melakukan kegiatan pembersihan Ciliwung secara rutin di hari minggu. Semua itu dilakukan sebagai wujud kepedulian komunitas ini terhadap Sungai Ciliwung. “Dengan penyelenggaraan kompetisi antar kelurahan ini, kami berharap dapat memperluas upaya yang telah dilakukan dan merangsang kepedulian warga pada kebersihan sungai Ciliwung di Bogor,”ujarnya saat dihubungi via telpon.
“Kami harap kompetisi ini dapat menjadi event tahunan di Bogor. Bila hal ini terus dilakukan, bukan tidak mungkin sungai bersih di Bogor tak lagi menjadi mimpi”,tambahnya.
Ernan Rustiadi, seorang pengamat tata-ruang dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menyambut baik kegiatan pembersihan massal ini. “Ini adalah hal baru yang menarik. Sebuah bentuk perubahan cara pandang warga Bogor di bantaran Ciliwung untuk memelihara sungai yang selama ini hanya dilihat sebagai tempat tak bertuan menjadi tempat publik yang harus dijaga (common property)”, paparnya. (Marwan Azis)
Foto: Asep Ridwan
Read more
Bogor, 16 Agustus 2009 – Hari ini, ratusan warga Bogor secara massal melakukan aksi pembersihan Sungai Ciliwung untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke-64. Tidak sekedar menggelar aksi biasa, acara tersebut dikemas sebagai sebuah kompetisi antar kelurahan dengan memperebutkan piala “bergengsi” dari Walikota Bogor.
Ratusan warga masyarakat bantaran Sungai Ciliwung berjibaku membersihkan sampah yang menumpuk di bebatuan sungai dan tepiannya. Sampah-sampah yang tidak mudah terurai seperti bahan plastik, kain dan besi dipungut untuk kemudian dimasukkan ke dalam karung-karung plastik yang telah disediakan. Tak jarang para pemulung dadakan ini harus berbasah-basah untuk mengangkat sampah plastik yang membelit di batu dan tersembunyi di dasar sungai. Selama tiga jam, mereka saling berlomba membela kelurahannya masing-masing untuk membersihkan lingkungannya. Mereka bak ksatria pembersih sungai dari sepuluh kelurahan di Bogor yang wilayahnya dilalui oleh aliran Sungai Ciliwung.
Kompetisi bersih sungai ini diselenggarakan oleh Komunitas Peduli Ciliwung (KPC), bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor. Kompetisi diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI yang ke-64. KPC menyediakan sejumlah uang tunai sebagai hadiah bagi pemenangnya. Sementara itu, Walikota Bogor, Diani Budiarto, menyediakan Piala Bergilir Ciliwung Bersih yang akan diperebutkan setiap tahunnya. Uniknya kegiatan ini menggunakan tema
Ciliwung Bersih, Warga Merdeka. “Tema tersebut sengaja kami pilih karena sungai bersih, indah dan sehat seharusnya menjadi cita-cita kemerdekaan hidup warga Bogor, terutama yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung”, ungkap Een Irawan Putra, Koordinator Kompetisi dari KPC.
KPC sendiri selama ini telah melakukan kegiatan pembersihan Ciliwung secara rutin di hari minggu. Semua itu dilakukan sebagai wujud kepedulian komunitas ini terhadap Sungai Ciliwung. Dengan penyelenggaraan kompetisi antar kelurahan ini, mereka berharap dapat memperluas upaya yang telah dilakukan dan merangsang kepedulian warga pada kebersihan sungai Ciliwung di Bogor.
Ernan Rustiadi, seorang pengamat tata-ruang dari Institut Pertanian Bogor menyambut baik kegiatan pembersihan massal ini. “Ini adalah hal baru yang menarik. Sebuah bentuk perubahan cara pandang warga Bogor di bantaran Ciliwung untuk memelihara sungai yang selama ini hanya dilihat sebagai tempat tak bertuan menjadi tempat publik yang harus dijaga (common property)”, paparnya.
KPC berharap kompetisi ini dapat menjadi titik awal bagi kepedulian warga terhadap sungai-sungai yang melintasi kota Bogor. Harapan ini tentunya tak akan menjadi kenyataan tanpa dukungan semua pihak, baik warga masyarakat, kalangan swasta, dan Pemerintah Kota Bogor. “Kami harap kompetisi ini dapat menjadi event tahunan di Bogor. Bila hal ini terus dilakukan, bukan tidak mungkin sungai bersih di Bogor tak lagi menjadi mimpi”, pungkas Een Irawan Putra dengan mantap.
CATATAN UNTUK EDITOR:
- Sungai Ciliwung mengalir sepanjang 119 km dari wilayah hulunya di Cagar Alam Telaga Warna (Puncak) hingga bermuara di Teluk Jakarta. Aliran sungai ini melintasi wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, dan Propinsi DKI Jakarta.
- Sepuluh kelurahan yang menjadi peserta Kompetisi Bersih Ciliwung ini adalah Kelurahan Katulampa, Kelurahan Sukasari, Kelurahan Babakan Pasar, Kelurahan Baranangsiang, Kelurahan Sempur, Kelurahan Bantarjati, Kelurahan Tanah Sareal, Kelurahan Kedung Badak, Kelurahan Sukaresmi, dan Kelurahan Kedung Halang
- Kompetisi ini dimulai pada pukul 08.00 hingga pukul 11.00 BBWI.
- Penilaian dalam kompetisi ini dilakukan dengan tiga kriteria, yaitu (1) jumlah karung sampah berukuran 25 kg yang dikumpulkan, (2) keterwakilan warga di setiap kelurahan (RT), dan (3) dukungan dari warga masyarakat di setiap kelurahan (moril dan materiil) serta kreatifitas warga.
- Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) adalah sebuah komunitas warga yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian Sungai Ciliwung. Komunitas ini berbasis di Bogor. Informasi lebih detil tentang kompetisi dan komunitas ini dapat diperoleh di situs web www.tjiliwoeng.co.cc
CONTACT PERSON
Een Irawan Putra, Koordinator Kompetisi Bersih Ciliwung
mobile phone: 0815 975 3580, e-mail: irawanputra@gmail.com
Ernan Rustiadi, Kepala Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) Institut Pertanian Bogor.
mobile phone: 0812 947 1939, e-mail: ernan@indo.net.id
Melly Nurmawati, media kontak
mobile phone: 0815 746 97 006, e-mail: mnurmawati@gmail.com
Read more

Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke-64, sejumlah warga Bogor yang tergabung dalam Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) akan menyelenggarakan kegiatan pembersihan sampah Ciliwung di Kota Bogor. Kegiatan ini berjudul Kompetisi Pemulungan Sampah Ciliwung Antar Kelurahan dengan tema “Ciliwung Bersih, Warga Merdeka”. Diharapkan kegiatan ini akan menjadi kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan di Kota Bogor. Penyelenggaraannya dilakukan sebagai bagian dari upaya penggalangan kesadaran publik Kota Bogor untuk memperbaiki kondisi lingkungan Sungai Ciliwung.
" Ciliwung Bersih, Warga Merdeka "
Tujuan kegiatan:
1. Berpartisipasi aktif dalam peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-64.
2. Menggalang kesadaran warga dalam perbaikan kondisi lingkungan pada sungai bersejarah di Kota Bogor (Sungai Ciliwung).
3. Menginisiasi sebuah aksi tahunan warga Bogor dalam menjaga kebersihan dan keindahan Sungai Ciliwung.
Hasil yang diharapkan:
1. Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia di sepanjang aliran Sungai Ciliwung di Kota Bogor.
2. Terselenggaranya kegiatan tahunan pembersihan lingkungan Sungai Ciliwung di Kota Bogor.
3. Adanya peliputan media massa lokal dan nasional pada kegiatan pemulungan sampah Sungai Ciliwung oleh warga Kota Bogor.
4. Adanya keterlibatan warga masyarakat di sepanjang aliran Sungai Ciliwung (Bogor) dalam bentuk dukungan tenaga dan finansial terhadap setiap upaya perbaikan lingkungan di Sungai Ciliwung.
5. Pada hari H kompetisi, seluruh warga di kelurahan di sepanjang sungai ciliwung turun ke sungai ciliwung dan bisa memperhatikan kondisi ciliwung saat ini. Tidak kurang dari 500 orang yang akan melihat kondisi ciliwung dalam waktu yang bersamaan dan melakukan aksi bersih ciliwung.
Bentuk kegiatan:
1. Kompetisi aksi pemulungan sampah antar kelurahan di sepanjang aliran Sungai Ciliwung di Kota Bogor.
- Lokasi kompetisi berada di masing-masing wilayah administratif kelurahan yang dilalui oleh aliran Sungai Ciliwung. Lokasi tersebut akan ditentukan oleh Komunitas Peduli Ciliwung berdasarkan hasil pengamatan lapangan mengenai konsentrasi tumpukan sampah. Kelurahan-kelurahan yang akan menjadi peserta kompetisi adalah: (1) Kelurahan Katulampa, (2) Kelurahan Sukasari (Sukamulya), (3) Kelurahan Lebak Pasar (Pulo Geulis), (4) Kelurahan Baranangsiang (Jalan Riau), (5) Kelurahan Sempur (Lebak Kantin - Kampung Rambutan), (6) Kelurahan Bantarjati (Pasar Warung Jambu), (7) Kelurahan Kedung Badak (Perumahan Kedung Badak Baru), (8) Kelurahan Sukaresmi, dan (9) Kelurahan Kedung Halang (Pangkalan II).
- Waktu penyelenggaraan (Hari H): Minggu, tanggal 16 Agustus 2009, kompetisi dimulai pukul 08.00 dan berakhir pukul 11.00 BBWI.
- Peserta lomba adalah warga masyarakat di kesembilan kelurahan sepanjang aliran Sungai Ciliwung di Bogor. Setiap kelurahan mengutus (minimal 45 orang warganya) untuk mengikuti kompetisi. Setiap peserta diwajibkan memakai atribut kompetisi yang akan disediakan oleh Komunitas Peduli Ciliwung.
- Peserta lomba dari setiap keluaharan wajib mengajak keterwakilan dari setiap RT yang ada di kelurahan tersebut.
- Penilaian pemenang dilakukan di setiap lokasi oleh Komunitas Peduli Ciliwung dan Dinas Cipta Karya dan Lingkungan Hidup Kota Bogor pada tanggal 16 Agustus 2009. Persyaratan penilaian:
- Jumlah karung sampah berukuran 25 kg yang dikumpulkan
- Keterwakilan warga di setiap kelurahan
- Dukungan dari warga masyarakat di setiap kelurahan (moril dan materiil)
- Pemenang lomba adalah peserta lomba yang berhasil mengumpulkan point terbanyak dari tim penilai
- Pengumuman pemenang kompetisi dilakukan di Balai Kota Bogor, pada saat Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-64 tanggal 17 Agustus 2009.
- Kompetisi ini memperebutkan “Piala Bergilir Ciliwung Bersih” dari Walikota Bogor dan sejumlah hadiah dari Komunitas Peduli Ciliwung. Hadiah yang disediakan adalah:
- Juara I : uang kebersihan lingkungan dan sungai sebesar Rp 5.000.000
- Juara II: uang kebersihan lingkungan dan sungai sebesar Rp 3.500.000
- Juara III: uang kebersihan lingkungan dan sungai sebesar Rp 2.000.000
- Sampah yang dikumpulkan selanjutnya dibuang di TPA Galuga dengan bantuan kendaraan operasional dari Dinas Cipta Karya dan Lingkungan Pemerintah Kota Bogor.
2. Peliputan kegiatan oleh media massa lokal dan nasional:
- Komunitas Peduli Ciliwung akan menjalin komunikasi dengan wartawan dan/atau dewan redaksi media massa untuk peliputan. Kegiatan persiapan ini dilakukan (maksimum) 2 minggu menjelang penyelenggaraan kompetisi.
- Peliputan dilakukan saat pelaksanaan kompetisi (16 Agustus 2009) dan pengumuman pemenang (17 Agustus 2009).
- Pemberitaan melalui press release dan blog www.tjiliwoeng.co.cc
- Pendokumentasian foto dan video oleh Komunitas Peduli Ciliwung.
Contact Person:
Een Irawan Putra
Mobile 08159753580
Email: irawanputra@gmail.com
Melly Nurmawati
Mobile 081574697006
Email: mnurmawati@gmail.com
Read more
a
'Sungai yang indah, berair bening dan sejuk bukanlah hal yang tidak bisa didapatkan'. Apalagi jika dihias pepohonan rindang dan pokok bambu di tepiannya. Bukankah ini mimpi yang kita dambakan ? ...

Dan, dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke-64, sejumlah warga Bogor yang tergabung dalam Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) akan menyelenggarakan kegiatan pembersihan sampah Ciliwung di Kota Bogor. Kegiatan ini berjudul Kompetisi Pemulungan Sampah Ciliwung Antar Kelurahan dengan tema “Ciliwung Bersih, Warga Merdeka”. Diharapkan kegiatan ini akan menjadi kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan di Kota Bogor. Penyelenggaraannya dilakukan sebagai bagian dari upaya penggalangan kesadaran publik Kota Bogor untuk memperbaiki kondisi lingkungan Sungai Ciliwung.
" Ciliwung Bersih, Warga Merdeka "
Jika rekan tidak dapat turut serta secara donasi, silahkan dukung kami dalam bentuk lainnya (kaos, piala, piagam, perlatan lainnya, atau tenaga). Silahkan hubungi kami, ...
Is this your dream? To see a beautiful river, with water as clear as crystal and surround by fresh breeze, not to mentioned shade trees and bamboo are covering along the river bank - these are possible to get. Let's make this happen - to reach for a better river. Your direct and indirect participation is welcome.
Rekening :
Bank Niaga new account!
No.Rek : 054.01.06684.12.6
a.n Sucie Ramadhanny
Bank BNI
No.Rek : 0114030719
a.n Een Irawan Putra
Kontak
Sucie Ramadhany 0815 7265 3007
Een Irawan Putra 0815 975 3580
NB: Please confirms via sms
Read more