Ditemui di kegiatan KPC (Komunitas Peduli Ciliwung) di daerah perumahan Katulampa Bogor Sabtu 14 November 2009, Cindy yang juga merupakan anggota RECIPALA (Pecinta Alam Regina Pacis) menyatakan siap untuk turut menjaga kelestarian lingkungan.
Menurutnya banyak mamfaat yang diperolehnya dengan aktivitas seperti yang dia lakukan saat itu, yaitu memungut sampah non-organik dari sungai.Dengan memungut sampah dirinya terlatih untuk tidak merasa jijik lagi. Cindy sebagai generasi muda mengajak generasi muda yang lain untuk turut menjaga lingkungan, terutama sumberdaya air.
Menurut Hendi, salah satu pembina RECIPLA yang ditemui sedang melakukan pendampingan
setelah ulangan umum pada bulan Desember mendatang, SMA Regina Pacis Bogor akan kembali turun ke sungai Ciliwung untuk membersihkan sungai. Menurutnya lagi, kegiatan ini tentunya akan dilakukan setelah mendapat restu dari kepala sekolah.
Read more
Bogor,18 Oktober 2009
Sejumlah mahasiswa HIMASTER (Himpunan Mahasiswa Profesi) IPB jurusan Sumberdaya Perairan mengadakan kegiatan kunjungan ke bendungan Katulampa Bogor bersama anak-anak panti asuhan, Minggu 18/10/09 pukul 09:00 WIB pagi hingga pukul 12:00 siang.
Kegiatan tanggal 18 Oktober ini merupakan rangkaian Hari Air Untuk Semua (HAUS) ini,sejumlah mahasiswa HIMPRO ini mengadakan kegiatan ini untuk menimbulkan kepedulian masyarakat terhadap perairan, terutama pada anak-anak.
Setelah anak-anak panti asuhan diajak untuk melihat serta mendengar mamfaat bendungan, mereka kemudian diminta untuk menggambar dari pengalaman yang mereka dapat sebelumnya kedalam media gambar.
Berbagai macam rupa gambar yang dihasilkan dari kegiatan kunjungan tersebut dapat merefleksikan gambaran dari pengalaman mereka setelah melihat dan mendengar mamfaat sumberdaya perairan dari bendungan Katulampa Bogor tersebut.
Sejumlah siswa dapat mengerti dan memahami mamfaat keberadaan bendungan Katulampa tersebut bagi kehidupan manusia terutama bencana banjir yang berulang kali terjadi. (agungpsiko)
link
http://www.kotahujan.com/2009/10/himaster-haus-hari-air-untuk-semua.html
Read more
Bogor 19/10/2009
Hampir sepanjang masa hayatnya, Dulloh 63 th bersama ibundanya yaitu mak "Amah" yang umurnya diperkirakan kisaran 100 tahun-an memecah batu yang diambil di sungai Cilwung sebagai materi bahan bangunan.
Bengkel kerja Dulloh dan ibundanya terletak di Pangkalan I disamping lapangan PDAM Bogor.Untuk menghasilkan satu mobil col engkol batu krikil bahan bangunan bersama
dengan ibunya, ia memerlukan waktu selama tiga hari untuk mengumpulkan dari sungai dan memecah batu tersebut satu persatu.
Kemudian batu tersebut di jual seharga Rp. 120.000 satu untuk satu bak mobil col engkol tersebut bila diambil sendiri di tempat tersebut. Bila telah sampai toko material, batu krikil tersebut dijual kisaran Rp. 200.000-an. Kegiatan pemecahan batu tersebut telah berlangsung turun temurun, ungkap pak Dulloh.
Beliau bercerita, dahulu kala air sungai Ciliwung airnya dapat langsung diminum oleh masyarakat. Masa itu saat masyarakat sedang beristirahat makan siang setelah bersawah, mereka dapat langsung meminum air sungai Ciliwung tanpa melalui proses dimasak terlebih dahulu.
Ditengah hiruk pikuk moderenisasi kota Bogor seperti sekarang ini, sosok pak Dulloh beserta ibundanya merupakan sosok masyarakat yang tangguh dan tidak terlalu
banyak terpengaruh, karena pekerjaan mereka adalah type pekerjaan kuno yang hanya mengandalkan tenaga dan kemauan hidup yang keras. (agungpsiko)
link=
http://www.kotahujan.com/2009/10/dulloh-dahulu-air-ciliwung-dapat.html
Read more