Sabtu menuju Malam Minggu, ...
Langkah-langkah itu begitu berat, ... memang tidak bisa jika dan hanya jika dilakukan oleh satu orang. Dengan pandangan mata tajam bak Elang Jawa (
Spizaetus bartelsi - Burung Garuda 'red') terus menelisik, ada apa di sekitar sana, ... Suasana pun semakin senyap, ... Memang banyak mangsa (aka t4 terlindungi) disana, tapi, ... manakah yang terbaik.
Beda halnya dengan rekan-rekan seperjuangan lainnya, sama-sama dari wilayah yang sama, juga terus menelisik, mencari dan menentukan dimana bisa berada.
Kebun Raya, menjelang sore, memang tempat paling menarik untuk dikunjungi. Dengan keanggunan dan keangkerannya, wilayah ini merupakan titik
episentrum lingkungan Bogor. Jangkrik, kodok, cecak, tokek, urer n ulet, tawon, dan bentukan makhluk hidup lainnya dapat hidup dengan nyaman disana.
Terus kita ngapain, ...
Read more
Satu, 2, III, Four, Panca,... dan sekarang Opat Puluh Tilu. Titik-titiknya bisa ditambahkan sendiri ya dan nggak ada larangan bagi yang punya sekretaris pribadi untuk bantu menuliskannya. Persyaratan bahasa bebas, dari bahasa lisan, tulisan hingga bahasa tubuh, ... Bagi yang punya anak juga bagus, sekalian ajarkan mereka bagaimana cara mengeja, menuliskannya, dan melafalkanya.

Untuk guru, pendidik, pendongeng, atau pemimpi mungkin ada baiknya kalau ditambahkan juga cerita dari angka tersebut. Angka satu bisa dihubungkan dengan awal muasal daerah Sempur, angka dua bisa dihubungkan dengan kenapa Sempur menarik bagi banyak orang untuk berkunjung ke tempat ini, angka tiga dan seterusnya bisa disesuaikan dengan karakter dan situasi yang paling menyenangkan dan membuat hati senang, ... bagi kita semua tentunya. Bebas, namanya juga mencari ide dan kreatifitas.
Semangat, itu yang bisa kita ingat. Semangat Prima untuk terus berusaha, menentukan dan bertindak. Dan asik juga ya, Mulung ke-43 ini adalah bilangan prima (hanya bisa dibagi bilangan itu atau bilangan 1) juga. semoga kita juga merasakan sebuah kegembiraan karena bisa bersama-sama pada saat dan waktu yang kita luangkan.
Link untuk bermain-main=
- Bilangan Prima
- Bilangan prima terbesar yang diketahui
- Saringan Eratosthenes
Read more
Ajman, atau Ujman (bahasa Arab) adalah emirat terkecil di Uni Emirat Arab. Ermirat sendiri adalah merupakan wilayah yang diperintah seorang Emir (pangeran, Gubernur, dan semacamnya. Penduduknya diperkirakan 135.000 jiwa dan kebanyakan di Ibu Kota, Kota Ajman. Ajman dipimpin emir Sheikh Humayd Ibn Rashid Al Nuaimi (sumber; Wikipedia). Terkait dengan sampah, di wilayah ini mempunyai kebijakan secara khusus untuk mengaturnya.
Ajman, Padek. Lingkungan bersih adalah keniscayaan. Maka berperilaku ramah lingkungan adalah langkah kecil agar impian itu menjadi nyata.
"Lalu, buat para si keras kepala alias pembangkang, sudah tersedia hukuman denda yang tak kepalang. Besarnya 50 ribu dirham Uni Emirat Arab (UEA) atau 13.612 dolla AS atau setara Rp 13,6 juta."
Nah, peraturan galak seperti inilah yang bakal diterapkan kepada warga di Ajman, salah satu kerajaan bagian dari UEA, pada 1 Juli 2010. Singkat kata berbelanja dengan tas plastic keresek “haram” adanya.
Adalah Sheikh Rashid bin Humaid Al Nuraimi yang menjadi orang nomor satu di Kepala Departemen Kota Praja dan Perencanaan Kerajaan Ajman yang mengemukakan hal itu, sebagaimana Warta Bernama, (21/1)
Sementara itu, Direktur Kesehatan dan Lingkungan Kota Praja Ajman Khalid al Hosani mengatakan dalam suatu kesempatan, tas belanja berbahan dasar kain atau goni menjadi pengganti.
Lalu, para importir tas plastic bakal wajib meneken perjanjian untuk pendaftaran ulang. “Mereka bahkan wajib menulis surat resmi kepada pemerintah untuk izin mengimpor tas belanja plastik. (jpnn)
(Dari Milist AMAN - Aliansi Masyarakat Adat Nusantara)
Read more
Pernah melakukan kesalahan ? ...
Pernah ingat masa-masa keemasan dimana kemegahan kota-kota pada saat Kerajaan Besar berdiri di Nusantara ini? ...
Pernah ingat (hehehe) bagaimana kita berayun-ayun di aliran sungai di sejuknya sekeliling kita (gak enak kan kalo sendiri, paling mancing, itupun hasilnya harus ditunjukan ke orang lain kalo kita jago)? ...
Pernah ingat kah kawan bahwasanja dunia ini berputar-putar, bergojang-gojang hingga kita poen nyaman terlelap dalam pelukan dunia ? ...
Kalo yang pertama mana pernah kita mau ingat !!!! Bayangkan saja Bung, ... kita dengan enaknya kencing, muntah, beol, ... dan dia tidak pernah marah !!!!
Alkisah di dunia maya (cape kalo di dunia nyata) ada sekelompok orang gila yang jalan-jalan tanpa arah tujuan mencari bentuk-bentuk kenikmatan yang mereka inginkan. Mancing, pacaran, beol di tempat tersembunyi, bernyanyi-nyanyi, leyeh-leyeh, dan segala kenikmatan lainnya, ...
Ups sampe lupa, mereka pun beruntuk bertemu dengan kawan lama ... Biksu Tong (jangan disambung pake kata sampah), yang katanya sih penjelmaan DEWA. Ruar biasa memang perjalanan di dunia maya ini. .... Para Tokoh Ko Ping Ho, seperti Go Long Ong, Pat Kay, Sun Go Kong, hingga Biksu Tong mampu menjelma merasuki alam maya tersebut, .... Para tokoh Sastra terkenal Mancanegara seperti Picasso, Mbasuki Abdulah, Raden Saleh, Mbajing (Ambrosius Ruwindrijarto), Oiek (Djumadi Atmo Kringeten Terus), hingga tokoh lokal yang selalu Kikuk Hari-Harinya dapat dijumpai, ...
Sementara itu senandung Perjalanan Ini (Ebiet G. Ade), terus berlanjut, ...
Terasa sangat menyedihkan, ...
Sayang Engkau tak Duduk di sampingku kawan, ...
Sedemikian banyak cerita yang ingin kubagikan, ...
Teman-temanku yang baik, mungkin akan banyak sekali asa dan luka yang telah kita lalui, ... Namun kita harus tetap percaya bahwa mimpi-mimpi yang kita inginkan pasti dapat terWUJUD, ...
Tentunya segala kenikmatan itu, ...
Haruskah kita cape dan marah atas segala kesedihan karena kegiatan kita masih berada di DUNIA MAYA? Well, ...
Sebentar lagi kita bersama-sama selama Setahun, ...
Bukan seperti judul di atas ULAL gnay NUHUTES (dibaca terbalilk) dimana kita harus berjalan mundur, ...
tetapi kedepan, tepatnya KITA BERSAMA-SAMA (sebentar lagi) SETAHUN membalik situasi dari DUNIA MAYA ke ALAM NYATA, ...
TJILIWOENG JANG BERSIH, tempat kita bisa NGOEMPOEL BARENG, ... dengan SEMOEA ORANG
Read more
Rekan-rekan yang baik,
Kerusakan lingkungan, degradasi masalah sosial-ekonomi terus berlangsung. Dan telah banyak upaya yang kita lakukan untuk menanggulanginya, dari sentuhan pribadi hingga proyek milyaran rupiah yang dilakukan pendana besar. Apakah hal diatas masih terus berlanjut, ....
Silahkan gabung bersama kami untuk melihat dari beberapa jendela dunia peristiwa-peristiwa yang mungkin ada di sekitar kita.
South To South Film Festival 2010, KITA PEDULIhttp://www.stosfestival.orgSouth to South (StoS) Festival Ketiga - festival film lingkungan dua
tahunan, akan menggelar 23 Film Terpilih, pameran foto, bincang-bincang
dengan para pesohor, menikmati Musyik Asyik pada 22 - 24 Januari 2010 di
Goethe-Institut dan CCF Jakarta. Film-film dari Indonesia, Brazil, Peru,
Kanada, Inggris hingga Amerika Serikat ini akan mengajak anda peduli –
Kita Peduli, seperti tema Festival ini.
Kami mengundang Bapak/ibu/sdr menghadiri Pembukaan StoS Film Festival
2010, pada :
Hari/Tanggal: Jum'at, 22 Januari 2010
Jam : 18.00 WIB - selesai
Tempat : Goethe-Institut, Jl. Sam Ratulangi 9-15 Menteng Jakarta.
Agenda Acara :
18.00-19.00 : Ramah Tamah
19.00- 19.30: Pembukaan
Musik Pembuka : A.S.A.P. Orbit To Planet 99 – Rock-Lung
Sambutan Ketua Panitia
Sambutan Direktur Goethe Institut
Sambutan & Pembuka Acara : Bapak Gusti Hatta, Menteri Lingkungan
Hidup RI
20.30- Selesai : Pemutaran Film Pembuka : Anak-anak Lumpur & The Age of
Stupid
Kontak informasi : Luluk Uliyah 0815 9480 246
---------------
Sekretariat South to South (StoS) Film Festival 2010
Jl. Mampang Prapatan II/30 RT 04/RW 07 Mampang Prapatan, Jakarta Selatan
Telp/Fax. 021-7941559
Email : stosfilmfestival@gmail.com
Website: www.stosfestival.org
Facebook: South to South Festival 2010
South to South Festival 2010 diselenggarakan oleh :
JATAM, WALHI, Gekko Studio, Ecosisters, KIARA, Sawit Watch, CSF,
Solidaritas Perempuan, SBIB, CCF Jakarta dan Goethe Institut
South to South Festival 2010 didukung oleh :
Consina, Inspirit, MPBI, HFI, FWI, Bali Fokus, GEF SGP Indonesia,
Yappika, Yayasan Kemala, ICEL,Satu Dunia,Komunitas Fotografi Bogor(KFB),
SKRAF, Michelin Records, IHI, PIKUL, BCI
Media partner :
Green Radio, Greeners Magazine, Majalah Forum, Radio Agri FM, VHR Media,
ElShinta TV, Flick Magazine, Change Magazine
Read more
Sekarang mumpung di awal tahun ... ehh sekarang bukan tahun 2009 lagi lho. Sekarang sudah tahun 2010. Kalo dihitung2 sejak awal, kita sudah mulung sejumlah 41 kali. Hmmm ... adalah jumlah yang cukup mencengangkan, karena para laskar karung KPC sudah hampir setahun mulung.
Nahh ... mendekati saat pemulungan yang setahun itu, mari ... ayo ... hayu ... urang mulungan di Ciliwung deui. Dimana atuh mulungna? Biasa laah ... abis dari Sempur, ke mana lagi kalo bukan ke tetangganya.
Ke Kebun Raya yuuuk ...

Read more
Berbagai rupa muka serta karakter penghuni kawasan sungai Ciliwung Bogor ternyata sungguh luar biasanya tidak biasa seperti pada umumnya (9/01/10). Tepatnya dibawah jembatan jalan Jalak Harupat di samping kawasan lapangan Sempur yang kerap menjadi titik lokasi pemulungan, beberapa aktivitas kegiatan masyarakat terpotret di sela-sela kegiatan pemulungan sampah dilakukan.
Seperti pada gambar pertama menunjukan seorang dengan asyiknya menghitung uang. Mulutnya berkomat-kamit melafalkan satu, ribu, lima, ratus , dua, dsb. Beliau saat itu sedang duduk di sisi tangga menuju jalan Jalak Harupat dari kampung Lebak Kantin duduk menghadap sungai Ciliwung yang sedang mengalir.

Setelah diperhatikan lebih dekat, ternyata beliau sedang menghitung uang - uangan, atau uang mainan dengan nominal ribuan dan puluhan ribuan. Uang yang sedang sepertinya dihitung tersebut ternyata bukan uang yang saat ini digunakan selayaknya sebagai alat tukar yang berlaku umum dimasyarakat Indonesia saat ini. (hiahahahahahahaha)
.jpg)
Akhirnya saya sambil bercanda, menarik kesimpulan saja bahwa orang tersebut sedang bingung menghitung uang untuk membantu dan menyumbang uangnya untuk pelestarian sungai Ciliwung dengan menghitung dahulu uang yang dimilikinya sebelum ia menyumbang, karena posisinya ia berada di depan sungai Ciliwung.
Beberapa saat kemudian saya turun ke sungai untuk memperhatikan kondisi air waktu itu dan tebaran sampah pelastik yang pasti telah tersedia untuk di pulung. Nampak seorang tua dengan peci sedang asik memegang tulisan dan terkadang memandang aliran sungai Ciliwung. Naah saya langsung tertarik untuk memperhatikan lebih dekat bapak itu. Potongan - potongan koran tersebar dijadikan alas, beliau duduk diatas beton penahan erosi yang sengaja dipasang di sungai.
.jpg)
Pak tua itu sama sekali tidak mempedulikan kegiatan pemulungan yang saat itu hanya ada tiga anggota KPC yang terlibat pemulungan. Dari dekat nampak sepasang sepatunya di taruh di belakang dan terlihat pak tua tersebut menggunakan jaket dan baju daleman berwarna coklat. Sepertinya dia bukan warga sekitar, mungkin dari jauh. Terkadang tangannya bergerak - gerak seperti gerakan menggambar atau menulis sesuatu diatas kertas.
.jpg)
Saya lihat lebih dekat pak tua tersebut, ternyata beliau sedang menulis angka - angka dengan garis-garis diatas kertas dengan spidol hitam sambil terkadang melihat aliran sungai Ciliwung.
.jpg)
Hahaha, ternyata dan dinyata beliau sedang menghitung rumus - rumus untuk memperhitungkan bagaimana perlakukuan teknik yang diperlukan dan ukuran serta apa saja yang dibutuhkan (rumus bagunan dan gambar teknik). Seberapa banyak yang diperlukan untuk memperbaiki kondisi sungai Ciliwung yang saat ini semakin parah dan rusak, karena cucunya sudah menuntut para pendahulunya untuk turut serta bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan. Saya berpikir semoga saja hitungan dan kode - kode tersebut tepat, sehingga kerusakan sungai Ciliwung segera dapat dilakukan perbaikan.
.jpg)
Ditempat lain tepat dibelakang pak tua berbaju kuning yang sedang mengkode-kode hitungan dan angka - angka terawang tersebut telah nyenyak di siang hari pukul 10:00 wib sabtu tersebut seorang laki-laki tidur pulas beralas kain dan terpal tidur di pinggir sungai dibawah kolong jembatan jalan Jalak Harupat. Hahahaha mungkin ini dia mandor dari itu semua dari beberapa karakter manusia yang ku temui siang itu di Ciliwung. Yang satu sedang menghitung duit proyek entah dengan satuan uang dari negara mana, diatas yang pertama. Kemudian tenaga teknik sipil yang sedang menghitung kebutuhan akan perbaikan kondisi lingkungan Ciliwung yang saat ini rusak parah, terutama teknis perbaikan-perbaikan moral penghuni serta masyarakat daerah tepian sungai. Nah sedangkan karakter yang tidur tersebut adalah karakter koordinator atau bos dari beberapa karakter sebelumnya. Setelah memastikan tim mereka bekerja dan bergerak, kepala tim/bos/ koordianator tersebut cukup tidur di sela-sela pekerjaan sedang dilakukan, karena beliau sangat dekat dengan lokasi dan dapat memastikan timnya sedang bekerja. Sungguh nikmat sang koordinator ini, tidak memperhitungkan bahaya air besar yang dapat datang tiba-tiba terutama saat ini adalah musim hujan.
Tinjauan ini adalah hasil penerawangan yang dituliskan dan didukung gambaran awal fenomena yang terjadi, jauh dari nilai-nilai ilmiah dan kejelasan, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang prilaku masyarakat yang melakukan aktivitas sehari-hari di Ciliwung. Komunitas Peduli Ciliwung mengajak anda pakar peneliti sosial kemasyarakatan untuk bersama-sama melakukan kajian lebih mendalam tentang kehidupan dan prilaku masyarakat yang hidup pinggiran Ciliwung, karena semakin lama sampah kotoran rumah tangga dan manusia semakin banyak saja dibuang di sungai Ciliwung.
Read more