
Keren gak, dua hari (10 Februari 2010) yang lalu beberapa mass media memberitakan kalau Katulampa sudah siaga Tiga.
Sore ini, berdasarkan penuturan Pak Andi (petugas di Katulampa) status meningkat jadi Siaga Satu. Huh, sayangnya Sekretariat Komunitas Tjiliwoeng kita di tep;ian Sungai Ciliwung - Sempur pun harus ikut berbenah juga. Permukaan sungai telah naik sekitar 5 meter, ntar lagi masuk rumah neh. Hayo kita berbenah, ...
Bagi temen-temen yang ingin melihat Sang Katulampa beraksi (dan tempat dia berada), silahkan lihat beberapa foto yang kami kumpulkan dari beberapa website ya. Walaupun sayang-sungguh sayang, Sang Anakonda kita tercinta sepertinya bakal melarikan diri ke wilayah Hilir.


"Bakal kaga ada lawan besok nih, hehehe, ... ."
Read more
Beberapa waktu lalu saya iseng2 mencoba menyusuri Ciliwung dari Katulampa sampai Pasar Bogor. Sebelumnya saya pernah bermimpi tentang
Tjiliwoeng Tempo Doeloe yang asri, indah, airnya bening, banyak anak kecil yang mandi dan bermain di sungai, serta ibu2 yang asik mencuci pakaian di tepiannya. Penyusuran yang saya lakukan kali ini bukanlah mimpi, namun kenyataan sesungguhnya yang saya temukan. Tujuan saya kala itu hanya satu, ingin tahu darimana asal tumpukan sampah di Ciliwung (Kota Bogor) dan apa penyebab sulitnya memancing ikan di sana.
Berikut hasil temuannya …
Air buangan atau limbah pabrik tekstil Unitex yang dialirkan ke Ciliwung. Konon katanya air limbah ini sudah disaring sedemikian rupa sebelum digelontorkan ke Ciliwung. Air yang dibuang ke Ciliwung (katanya) sudah bersih dan dapat diminum. Namun saya sendiri masih meragukannya. Jangan2 ini adalah cerita bohong belaka. Jika memang ini cerita betul, kenapa direktur pabrik tekstil tersebut atau managernya tidak coba minum air buangan tsb dan tunjukkan itu di depan publik ... berani atau tidak? Jangan2 mereka sendiri tidak berani.
Tempat pembuangan sampah di tepi Ciliwung. Sepertinya warga di sekitar tempat ini begitu gampang membuang sampah secara sembarangan. Tempat ini berbau busuk, lalat2 hijau beterbangan di atasnya, sangat menjijikkan. Kenapa tidak mencoba membuat lubang pembuangan sampah kemudian diurug dengan tanah? Jika itu dilakukan bukan tidak mungkin hasilnya bisa dijadikan pupuk.
Pembuangan sampah langsung di sungai. Tumpukannya lalu diaduk2 oleh kucing, itik dan ayam. Walhasil sampah jadi tercecer di mana-mana. Jika air tinggi Ciliwung meningkat saat musim hujan, saya yakin sampah2 tersebut pasti akan terbawa hingga Jakarta.
Ini memang bukan sampah yang umum. Ternyata bra juga dibuang di Ciliwung ... ckckckckck.
Di bagian lain Ciliwung, pada aliran air yang deras, sepertinya warga bantaran sungai tidak begitu mempedulikan kebersihan air. Seorang anak muda dengan santainya buang hajat di sungai ini. Setelahnya ia lalu melanjutkan ritualnya dengan mencuci muka dengan air Ciliwung dengan sabun pembersih muka. Mungkin maksudnya agar mukanya tidak berjerawat. Namun apa jaminannya? Mengingat air Ciliwung memang sudah kotor dari hulunya. Jangan2 muka anak muda itu justru bisa terkena penyakit kulit ....
Read more
Bogor City is one of the cities with highest rainfall in Indonesia. Ironically, it is experiencing water crisis due to the degraded catchments areas in the headwaters. The video highlights environmental degradation resulting from non ecologically-based spatial plan. Surrounded by mountains, the city serves as the catchments area for the area as well as for the lower land. The ecosystem degradation will affect the country’s populous capital, Jakarta, to which the city rivers empty.
© Telapak/Gekko Studio 2005
Read more