Berat memang ....
Warung Jambu memang layak dapat predikat sumber sampah. Sama halnya dengan pasar2 lainnya di Bogor ini. Bau menyengat terkadang bisa menurunkan semangat kita.
Tapi jangan ... jangan menyerah dulu kawan. Mbah Tijiliwoeng masih berharap bantuan dari kita para laskar karung. Jangan dulu kita menyerah hanya karena godaan
syaiton sampah yang terkutuk itu. Tebalkan iman kita dan serang terus Warung Jambu.

Read more
Selesai sudah tugas kita di wilayah hulu. Ke mana lagi kita mulung?
Hmmm ... sepertinya daerah2 pasar di hilir sana sudah lama tak kita sambangi.
Warung Jambu lah yang semestinya kita sambangi lagi.
Terbayang sudah bagaimana tumpukan sampah bau wangi di sana. Terbayang betapa tidak pedulinya orang2 yang berjualan, berbelanja, dan melintas di sana. Sudah lah ... mari kita serang sampah2 dari orang2 tidak bertanggung jawab itu.
Waroeng Djamboe ..... we're coming!!!!
Kita turun ke Ciliwung dengan semangat berkorban tenaga ... seperti juga yang kita lakukan saat Hari Raya Haji (Iedul Adha).

Read more
Para laskar karung KPC memang sudah biasa dengan malu. Kalo tidak pastilah mereka tak akan berani turun ke Ciliwung untuk ambil sampahnya. Setiap hari minggu mereka pun jadi bahan tontonan, bahkan mungkin ejekan dari warga sekitar. Ngapain coba berkotor dan berbasah ria di Ciliwung yang bau dan keruh itu.
"Koq gak malu sih?" begitu kira2 komentar mereka.
Tapi dasar laskar karung, tak ada kamus malu dalam menegakkan kebenaran ... [hehehe kaya komentar superhero aja]. Yaa begitulah ... mereka dengan sukarela mencoba membersihkan sungai kotor sambil mengajak serta setiap warga kota yang bersedia ikut. Semua dilakukan dengan tulus ikhlas laksana turun berperang melawan penjajah kumpeni. Mulung terus-menerus tanpa henti setiap hari minggu.
Ada kalanya badan terasa capek, otot2 meregang dan perlu dilemaskan. Bila timbul gejala ini, maka obatnya pun tak perlu mahal. Bukan di apotik atau toko obat mencarinya. Untunglah KPC selalu siap sedia melayani ... tak hanya warga bantaran Ciliwung, namun juga para anggota laskar karung. Solusinya adalah bergoyang dangdut. Tak perlu lagi malu untuk bergoyang. Mulung aja gak malu.
Berikut dua buah foto untuk menambah illustrasi suasana para laskar karung yang sedang mengobati rasa capek karena mulung. Mereka bergoyang dangdut tadi malam di Pasar Warung Jambu.


Read more
"Emang airnya bersih"
Aku mengajak anak ku ikutan aksi bersih sungai ke-TuJuH di hari Minggu ini. Dia tidak percaya kalau kita bisa turun ke aliran sungai di bawah jembatan Pasar Jambu Dua. Bahkan ketika kita turun menggunakan tangga yg digantungkan dengan ban dalam sepeda ke pagar besi, dia masih tidak percaya kalau itu jalan untuk turun.
Agak jijik dia pada awalnya saat kita lepas dari tangga bambu. Terang saja, bau busuk menyengat dari buah2an yg dibuang begitu saja ke badan sungai. Beberapa meter berjalan, tergeletak sekitar 10 kepala ayam. Seseorang baru saja mencuci ayam di pinggir sungai dan meninggalkan kepalanya berceceran begitu saja.
Entah siapa yg ngajarin, tapi yg pertama dia lakukan adalah bermain batu. Dia ambil beberapa buah batu dan dia lempar ke dalam air sungai. Tidak puas dengan batu ukuran kecil, dia coba dengan batu2 besar seukuran kepal orang dewasa. Sebelum akhirnya dia masuk juga ke dalam sungai dan bermain air.
Kemudian dia asyik bermain pasir. Sampai akhirnya dia bosan dan mencari posisi dan permainan lain dimana pasir bisa digali2 dan sebuah ikan lele temuan Om Hari yg disimpan di dalam plastik, bisa dimasukkan ke dalam lubang itu. Kubiarkan saja dia mencari keasyikan sendiri. Tontonannya di Cartoon Network, Disney, Winnie the Pooh, memang banyak memberinya inspirasi tentang bagaimana mencari keasyikan di setiap lingkungan yg ada.
’Emangnya airnya bersih', tanyanya. Sebongkah kotoran manusia (maaf) mendekati kakinya, berputar2 sebelum akhirnya hanyut terbawa arus. Kuceritakan bahwa tempat pemancingan Fishing Valley, yg kita pergi mancing tadi malam, mengambil air dari Kali Ciliwung.
Ada pipa paralon berukuran diameter 3 cm yg diberi beban batu agar tidak mengambang atau terbawa arus. Tidak sengaja dia telah memindahkan beberapa bongkah batu pengganjal pipa itu. Dan dia begitu penasaran untuk melihat ujung pipa dan kenapa harus ditindih batu-batu.
Dia masih menemukan pipa paralon lainnya, beberapa meter ke arah hilir. Kali ini dia beruntung karena ujung pipa lebih mudah dilihat. Sebuah rajutan kawat dicoba dipasang di ujung pipa untuk melindungi dari sampah.
Kupastikan kita melihat pompa dan ujung lainnya dari pipa paralon yg ditempel di pembatas jembatan pasar. Sebuah pompa listrik berukuran 30 cm rapi disembunyikan. Kemudian sebuah selang plastik nempel di sisi lain dari pompa itu. Penasaran kita ikuti selang plastik. Dan ternyata berujung di tukang jual buah2an.
Semoga dia dan kita semua bisa berbuat lebih baik untuk sungai dan tanah air ini. Apapun itu bentuknya.
Penulis
Rita Mustikasari (Telapak)
Jalan Pajajaran No 54, Bogor 16143. Indonesia.
tel: +62 (0)251 8393-245
fax: +62 (0)251 8393-246
Homepage= www.telapak.org
Email= ritamustikasari@telapak.org
Kedaulatan Politik. Kemandirian Ekonomi. Kemartabatan Budaya.
Read more

Hujan gerimis tidak menjadikan aku dengan om Dwi urung untuk melangkahkan kaki menyelusuri jembatan dan tebing di wilayah Warung Jambu Dua dan pasar Induk untuk melakukan survey lokasi “mulung” minggu depan.
Sesekali kami menjepretkan kamera untuk mengambil poto2 tumpukan sampah di bawah jembatan, dan di tebing sungai. Kondisi sungai Tjiliwoeng semakin kehilir semakin memprihatinkan, dan malah kepedulian urang bogor atawa pembisnis, pengepul, tukang ojek, tukang buah, apalagi tukang sampah emang ngga ada.
Ini terlihat dari banyaknya sampah-sampah yang bergelimpangan dengan bebasnya berserakan di sepanjang sungai.
Di sebuah warung kue pancong dengan terpal warna biru lumut di ujung jembatan masuk pasar Induk, Om Dwi dengan semangatnya berorasi menjelaskan kepada tukang ojek dan penjual kue pencong, bahwa ini ada pengumuman rahasia, “ tolong jangan bilang siap-siapa ya” tegas Om Dwi. Bahwa besok minggu, “kami akan bersih-bersih kali tjiliwoeng di sekitar sini, klo ada teman-teman ataupun kenalan sampeyan, tolong ajak ya...???”, “pengumuman ini rahasia lho?”, tapi klo bisa beritahu teman2 lainnya, ujar om Dwi dengan penuh semangat.
Read more
Seperti biasa ... gak perlu panjang lebar kayaknya penjelasan ini. Sekedar ingin mengabarkan bahwasanya kami baru saja mendapat "wangsit" dari Mbah Tjiliwoeng. Beliau berharap agar Komunitas Peduli Ciliwung melakukan kegiatan "mulung minggu ke-6" di daerah seputaran Pasar Warung Jambu.
Maka dengan sukacita dan bangga, kami ajak seluruh teman2 untuk segera membaca
flyer di bawah ini. Setelah itu ... mari kita sama2 turun mulung pada hari Minggu, 19 April 2009 di Pasar Warung Jambu, Bogor.

Read more