Betul sekali ... musim rambutan masih belum selesai. Kita masih saja menjumpai tumpukan buah rambutan yang dijual di pasar2 dan tepi2 jalan. Artinya, kita masih bisa menikmati kesegaran dan kenikmatan buah itu, asalkan (tentu saja) mau beli.
Kalau buah rambutan masih ada dan bisa dinikmati, gimana dengan kampung rambutan? Masihkah gerombolan laskar karung KPC beraktivitas di sana? Jawabnya tentu saja. Bantaran sungai Ciliwung di Kampung Rambutan, Bogor masih jadi tempat menumpuknya sampah. Tak perlu khawatir tidak menemukan sampah. Sebab minggu lalu para laskar karung masih belum mampu menghabiskan tumpukan sampah di sana. Jika anda turut serta untuk mulung, dijamin anda akan dengan mudah menemukan pakaian robek, kantong plastik (kresek), popok bayi (
diapers) berisi kotoran manusia, bungkus mie instan, bungkus sabun cuci, bungkus produk2 kebutuhan rumah tangga buatan Uni**v*r, dsb dsb.
Maka dari itu mari kita beramai2 turun mulung sampah di Kampung Rambutan. Sungguh, Ciliwung menunggu kerelaan hati dan kepedulian kita semua untuk membersihkannya. Apalagi buat warga Bogor ... rasanya kurang afdol jika kita membiarkan aliran sungai Ciliwung yang pernah kita banggakan ini jadi kotor.

Read more
Jika kita ngomongin soal rambutan, biasanya yang terbayang cuma ada 2. Yang satu adalah nama buah yang saat ini sedang musimnya. Buah segar "juicy", kulitnya berambut, digemari banyak orang, tapi juga dihindari jika sedang batuk. Yang lain, adalah nama sebuah terminal bus antarkota besar di bagian timur Kota Jakarta. Namanya terminal Kampung Rambutan.
Naah ... di Bogor ini, nama rambutan saat ini juga pastinya bisa dikonotasikan serupa dengan kedua hal di atas. Sebab sekarang ini Bogor masih mengalami musim buah rambutan. Dan ... sebuah perkampungan di Kota Bogor dikenal dengan nama Kampung Rambutan (juga). Letaknya berada tepat di bantaran Sungai Ciliwung, di daerah lembah Sempur. Mungkin nama ini dipakai karena dulu tempat ini pernah jadi sebuah perkampungan yang jadi penghasil buah rambutan. Bagaimana sekarang? Sepintas kampung ini adalah sebuah perkampungan padat rumah seperti umumnya perkampungan di bantaran Ciliwung. Rasa2nya jika pun ada pohon rambutan di sini, maka jumlahnya tak cukup banyak sehingga dapat mewakili sebutan nama kampungnya.
Entah apa sebabnya, tapi minggu ini Kampung Rambutan di Bogor jadi spesial bagi para laskar karung KPC. Mungkin bukan karena buah rambutan. Mungkin karena tempat itu menyimpan potensi tumpukan sampah di sungainya. Wajar saja jika KPC mengajak setiap orang untuk hadir melakukan ritual mingguan memungut sampah dari Sungai Ciliwung di kampung ini. Yaa ... siapa tahu upaya ini membatalkan rencana perubahan nama kampung menjadi "kampung sampah sungai"

Read more
Lebaran sebentar lagi. Bulan puasa sudah mau habis. Tidak terasa kegiatan mulung di bulan suci Ramadhan ini sudah masuk di minggu ke-4 (empat). Tiga hari minggu yang lalu, para laskar karung masih tetap bersemangat untuk mulung. Semoga semangat mereka tak mengendur. Sayang kalau semangat utk berbuat baik demi lingkungan dan orang lain ini harus kendur karena berada di minggu ke-4 puasa.
Menurut seorang kawan yang gemar pergi mengaji .... minggu terakhir puasa adalah minggu yang banyak dinanti orang. Itulah minggu dimana umat Muslim selayaknya memperbanyak ibadah. Karena akan ada pengampunan dosa ... tentunya dengan catatan jika puasa dan ibadah di minggu2 sebelumnya dilakukan dengan penuh keimanan.
Jangan ... jangan sampai anda menyamakan antara kegiatan mulung dengan puasa. Secara jelas mulung itu memang tidak sama dengan puasa. Puasa dilakukan oleh manusia untuk Penciptanya, yaitu Allah SWT. Sementara mulung hanya dilakukan oleh para laskar karung untuk warga Bogor. Jelas kan perbedaan levelnya ... hehehe. Tapi mulung di saat2 biasa dengan mulung saat berpuasa, tentu rasanya beda. Ketika berpuasa terasa berat untuk dilakukan karena tenggorokan yang kering dan lambung yang kosong. Namun, juga ada rasa sejuk di hati saat memungut sampah2 plastik di sela batu Ciliwung.
Nahh mulung ke -27 kali ini adalah mulung terakhir di bulan puasa tahun ini. Jika anda merasa tertantang ingin merasakan ujian berpuasa sambil mulung ... silakan hadir tanpa ragu2. Sebab, minggu depan belum tentu ada acara mulung .... Kenapa? karena minggu depan waktunya berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Mungkin para laskar karung juga ingin beristirahat dan menikmati libur lebaran.
Di mana lokasi mulung ke-27? ... silakan lihat pengumuman di atas. Di sana tertulis Kampung Rambutan, Kelurahan Sempur, Bogor. Okay, be there yaa ....!
Read more