Bagi orang Bogor, istilah "ngabuburit" mungkin terdengar sangat akrab. Ini adalah istilah dalam bahasa Sunda yang artinya menghabiskan waktu sebelum saatnya berbuka puasa. Ada banyak cara yang dilakukan, ada yang jalan2 sore putar2 kota, ada yang duduk2 santai sambil berbincang ringan, ada yang menghadiri acara pengajian di mesjid2 atau majlis ta'lim, dsb. Begitu akrabnya istilah ini hingga terkadang juga diplesetkan menjadi ... menunggu saat buka puasa sambil minum kopi dan merokok. Plesetan bentuk lain juga ada, walau terasa jadi guyonan hambar seperti "ngabuburit = ngabubur beurit" alias menyantap bubur daging tikus ... hehehe.
Sejak setahun lalu, sekelompok warga Bogor penghobi kegiatan memulung sampah di Ciliwung telah memulai sebuah cara baru mengisi waktu sambil menunggu saat berbuka. Bukan dengan berbincang2, bukan sambil menikmati makanan kecil, bukan juga mendengar ceramah. Caranya sangat sederhana, yakni dengan melakukan aktivitas memungut sampah2 anorganik (mulung) di Sungai Ciliwung. Bagi yang belum pernah melakukannya pastilah yang terbayang adalah suasana yang sangat tidak nyaman dan menguras tenaga. Namun kenyataannya tentu tidak seburuk yang dibayangkan. Kelompok warga Bogor yang menamakan dirinya sebagai Laskar Karung KPC (Komunitas Peduli Ciliwung) ini menganggap bahwa ngabuburit di Ciliwung adalah kegiatan yang asyik.
"Kalau tidak percaya, coba saja dulu," demikian komentar mereka sambil menambahkan sebuah pepatah "ala bisa karena biasa".
Hari Sabtu sore tanggal 14 Agustus 2010 lalu seakan menguatkan komentar para laskar karung tersebut. Sejak pukul 15.30 sudah ada seorang peserta yang hadir. Ia adalah warga Sukasari yang tertarik ingin ikut serta mulung. Ia duduk di atas sebuah batu kali besar sambil memperhatikan sekelilingnya. "Saya sudah di bawah jembatan Jalak Harupat, di mana mulungnya Mas?" demikian SMS yang ia kirimkan kepada para laskar karung KPC. Beberapa menit kemudian para laskar itu pun berdatangan satu per satu dan bergabung dengannya di bawah Jembatan Jalak Harupat, Sempur.
Spanduk besar bertuliskan "Ciliwung Ruksak Hirup Balangsak" segera dibuka lebar sebagai penandaaksi mulung mingguan ini. Beberapa detik kemudian 10 orang sudah aktif memungut sampah anorganik dan memasukkannya dalam karung2 plastik. Semuanya berjalan dengan otomatis. Tidak ada yang mengeluh, semua melakukan kegiatan ini dengan gembira, walau tanpa adanya seteguk air minum atau segigit makanan ringan apa pun karena sedang berpuasa. Menit2 selanjutnya, para laskar karung pun bertambah jumlahnya. Hampir 20 orang yang kemudian sibuk memungut sampah. Sungguh sebuah pemandangan yang indah dan menyenangkan.
Waktu terus berjalan hingga tak terasa saat berbuka sudah semakin dekat. Kondisi alam pun seakan turut memberi tanda agar para laskar karung segera menghentikan kegiatannya. Hujan gerimis mulai mengguyur para laskar karung. Dan akhirnya aksi mulung ini pun berhenti. Waktu tersisa beberapa menit sebelum saat berbuka pun dimanfaatkan untuk berkemas dan mulai mencari makanan dan minuman pembuka.
"Allahuma lakasumtu wa bika aamantu ... dst" pun terucap di hati masing2 laskar karung, saat terdengar kumandang adzan Maghrib dari masjid terdekat di Lebak Kantin dan Sempur. Selesai lah sudah sebuah kegiatan ngabuburit di bawah jembatan. Alhamdulillaah ... it's a lovely ngabuburit time under the bridge ...
Read more
Tahukah anda di mana Bendungan Cibagoloh berada?
Itu adalah nama sebuah bendungan kecil di aliran Sungai Ciliwung di Bogor. Letaknya di bagian hilir, ujung utara Kelurahan Sempur. Jadi kalau dari Lapangan Sempur, silakan jalan menyusur tepi sungai menuju hilirnya. Di sana akan dijumpai sebuah bendungan kecil ... itu lah Cibagoloh. Kalau dari sisi Jalan Sudirman, maka lokasinya berada tepat di bawah Air Mancur.
Jika sudah tahu lokasinya, ada apa di sana?
Selain air, sampah, ikan, dan pemukiman di tepiannya, ... para laskar karung KPC juga akan melakukan aktivitas mulung mingguannya di sana. Silakan lihat banner pengumuman di bawah ini ...

Read more
Kalau kata Tukul Arwana, mulung minggu lalu memang "luar biasa dan spektakuler". Betapa tidak, para laskar karung akhirnya bisa menghabiskan tumpukan styrofoam yang mengambang di sudut Ciliwung di daerah Lebak Kantin, Sempur. Dengan hanya bermodalkan kurang dari sepuluh orang laskar, 90% styrofoam langsung terangkat dalam waktu kurang dari 3 jam. Hasil pemulungan juga gila-gilaan. Semuanya berjumlah 36 buah karung plastik.
Sayangnya 10% tumpukan styrofoam sisanya tak mampu dibersihkan dari badan sungai. Alasan resiko keselamatan menghalangi niat utk membersihkannya. Jika melihat situasinya di lapangan, memang hal tersebut termasuk kategori sulit dilakukan. Tumpukan styrofoam yang tersisa berada di bibir tebing batu curam yg basah. Istilahnya ... orang gila aja takut jalan di situ ... hehehe.
Tapi, sebenarnya ada hal lain yg lebih spektakuler bagi para laskar karung KPC. Hal ini tentunya sangat membanggakan. Pemulungan kali ini terasa berbeda karena juga dihadiri oleh para pembesar (baca: pejabat atau pemimpin) dari 2 LSM terkenal di negeri ini. Apalagi kedua organisasi tersebut dikenal luas sebagai organisasi pembela lingkungan. Hmmm ... siapa saja sih mereka?
Mereka2 itu adalah Berry N. Furqan (Direktur Eksekutif Nasional WALHI), Mukri Friatna (Manajer Penguatan Kelembagaan Regional Sumatera), Christian "Bob" Purba (Wakil Presiden Perkumpulan Telapak), dan Rina Agustine (Ketua Badan Teritorial Telapak Jawa Bagian Barat). Saya sendiri, sebagai seorang laskar karung KPC tentu patut berbangga. Ternyata upaya para laskar karung ini didukung penuh oleh petinggi2 LSM lingkungan tingkat nasional.
Para petinggi itu pun tak segan2 mencelupkan tangan2 mereka ke dalam genangan air kotor yang penuh sampah di Ciliwung. Bau ... sudah pasti, capek ... apa lagi. Semua giat dan semua aktif bekerja keras layaknya pemulung sesungguhnya. Kalau anda tidak percaya ... silakan lihat foto2 yang saya abadikan saat mereka beraktivitas dan lelah diantara tumpukan karung di tepi sungai Ciliwung.
Read more
Minggu lalu, para laskar karung KPC disibukkan dengan bejibun sampah anorganik yang terkonsentrasi diantara 2 jembatan gantung yg menghubungkan Kampung Lebak Kantin dengan pemukiman asri Sempur. Dengan personil beberapa gelintir orang, laskar karung telah mengangkat puluhan karung sampah2 tsb. Bentuknya pun bermacam2, bahkan para laskar karung juga berhasil mengangkat sebuah sofa bekas dari permukaan air.
Aksi spektakuler tsb ternyata masih belum mampu membersihkan seluruh sampah di titik itu. Walau sebagian besar anakonda berhasil ditaklukkan, namun styrofoam belum juga habis. Sampah mengambang yang ringan, menghabiskan ruang (voluminus) dan sangat sulit terurai ini masih menguasai titik pemulungan tsb.
Maka ... mau tak mau para laskar karung memang harus kembali menyatroni titik tersebut. Perjuangan tak boleh berhenti. Styrofoam masih berkuasa di sana ....

Read more
Minggu lalu, secara tidak sengaja para laskar karung KPC melintasi kawasan rindang di Jalan Sempur Kaler sepulang aksi mulung. Betapa terkejutnya kami ternyata tumpukan sampah berbentuk anakonda dan sampah styrofoam mengambang masih saja menumpuk di bagian hilir Kampung Lebak Kantin. Lokasinya tepat berada di depan sebuah kantor LSM di Jl. Sempur Kaler.
Saat itu terbayang sebuah rencana ...
Sepertinya para laskar karung KPC masih harus berkutat melawan sampah sungai di seputaran Sempur. Warga yang tidak peduli dan masih saja ada yg buang sampah langsung ke sungai masih jadi tantangan.
Maka ... tak ada salahnya memang jika aksi mulung ke-52 ini dipusatkan di wilayah tepian Jl. Sempur Kaler, di seberang Kampung Lebak Kantin. Berikut pengumumannya mulung hari Sabtu ini (3 April 2010) ...

Read more
Sebulan ini, sepertinya memang para laskar karung KPC harus terus menyatroni Lebak Kantin, tepatnya di kolong jembatan Jl. Jalak Harupat, Kelurahan Sempur, Bogor. Alasannya banyak, kalau disebutkan satu-satu pasti tak akan cukup halaman posting blog ini memenuhinya. Namun dari ribuan alasan yang mungkin, setidaknya Lebak Kantin adalah tempat yang cukup istimewa bagi sejarah KPC. Bayangkan saja, mulung perdana dilakukan di tempat ini setahun yang lalu. Lalu 2 minggu lalu KPC bersama para warga plus Ibu Lurah Sempur juga mulung di tempat ini. Belum lagi keberagaman suasana seperti kegigihan para pemancing beunter, kegiatan cuci baju dan celana para tunawisma, sampai kumpulan warga di warung kecil tepi Ciliwung bisa kita saksikan di sana. Kalau mujur, kita juga dapat bertemu dengan orang2 "hilang ingatan" yang asik menghitung uang monopoli.
Selanjutnya ...
Bagi anda semua, juga para laskar karung, mari ... buktikan sendiri kehebatan tempat itu dan bantu sama2 membersihkan sampah2 yg mengotorinya. Bergabung bersama KPC dalam aksi mulung ke-51.
Sampai bertemu di Lebak Kantin ...

Read more
"Semoga mereka yg buang sampah dengan enteng ke sungai nantinya diterjang sama banjir. Rumah ne keblebeg banjir. Wong dho njukuki sampah nang ngarepane kok dho mbuang sampah seenak e dhewe... as** (sensor-red)..."Itulah status di Facebook saya yang saya buat kemaren setelah mulung yang ke-27 di Lebak Kantin, Sempur. Status itu tak buat sebagai ungkapan rasa kekesalan plus kejengkelan saya ketika mulung disana. Untuk kesekian kali-nya saya melihat beberapa orang tetap saja membuang sampah di sungai ketika kita sedang mulung disana. Dengan enteng dan tanpa rasa berdosa mereka membuang sampah ke sungai.
"Kejadian ini mungkin sudah kesekian kalinya didepan mataku di titik yang sama yaitu jembatan lebak kantin, sempur. Waktu itu pernah kena kepala temanku sampahnya ketika mereka buang sampah dari jembatan itu. Aku bener-bener ngga tahaaannn, mana panas, puasa. Iki wong kok iso yo ora sadar-sadar..." Ungkapku dalam hati dengan penuh esmosi eh salah.. emosi.
Sampai sekarang saya bener-bener bingung, bagaimana sebenarnya pikiran yang ada dikepala mereka tentang sungai dan kebersihan. Sungai hanya sebagai tempat sampah sajakah?? Ketika kita sedang asyik mulungin sampah yang ada disungai tiba-tiba terdengar suara "bluk...". Saya kaget dan menoleh kebelakang. Ternyata ada dua orang perempuan muda yang membuang 2 kantong besar penuh sampah ke sungai dari atas jembatan lebak kantin. Huuuhh... saya hanya mencoba menarik nafas panjang.
Lima menit setelah kejadian itu, ada satu anak laki-laki (umurnya sekitar 10 tahun) membawa kotak sampah yang sudah berisi penuh sampah turun ke sungai. Mulanya ketika sampai ditepian sungai dia hanya berdiri sambil memegang kontak sampahnya memperhatikan kami yang sedang memungut sampah yang ada di sungai. Saya menatap tajam mata anak itu, dia jadi takut dan bengong. Tapi dengan cepat saya sadar, tidak ada alasan saya marah ke anak tersebut. Saya bukan pemilik sungai ini. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya sosok manusia kecil yang punya mimpi besar. Bermimpi sungai di Indoesia ini bisa bersih. Akhirnya saya mengalihkan pandangan saya kembali ke sampah-sampah yang ada didepan saya dan memungutnya. Seketika itu juga anak tersebut membuang sampahnya ke sungai dan pergi. Huuhhh.. saya menarik nafas dalam untuk kedua kalinya.
Pengalaman kemaren membuat saya seolah-olah menjadi manusia yang paling bener didunia ini. Sudah puasa, ngambilin sampah orang lain, berharap sungai bisa bersih. Pokoknya lengkaplah. Cuma itu yang bisa dilakukan untuk menangkan hati. Mencoba ikut menjadi manusia yang egois seperti mereka.
"Nanti... pas kena banjir, kena musibah... teriak-teriak minta bantuan. Minta pertolongan. Mengaku hidup sengsara, butuh bantuan, butuh perhatian dan menyatakan kita hidup harus tolong-menolong. Tapi kesadaran untuk menjaga lingkungan, menjaga keberadaan sungai ngga ada. Masa bodo dengan lingkungan. Masa bodo dengan sungai. Sungai hanya tempat sampah tok.
Wes kena musibah aja, baru deh mengeluh. Baru deh menyesal. Dasar manusia ngga tahu diri!!!"
Silahkan kalian berkomentar atas kemarahan dan kejengkelanku. Berikut saya lampirkan komentar beberapa teman-teman di Facebook saya:
*Dang Mardan: Maafkanlah mereka krn mereka tidak mengerti.
*Ade Adhitia Prihantoro: Betul..pak cik, mumpung bulan puasa...doain mereka..tapi kasi doa yang baik2 ya bos..
salut buat lo bozzz...
btw, gaya ngomong pak cik kok dah kayak wong jawi...??? jangan ... jangan ... hehehehe
*Herminatun Nikmah: Sabarr....sabarrr kang tarjo....(numpang lewat)
*Sari Nurmawanti: Berbuat baik dan ikhlas emang bnyak godaannya,godaan marah,godaan males..dan godaan2 lainnya yg menodai niat baik..sayang kl kebaikan yg sdh dibuat mas een hilang dan berkurang hnya krn marah..sayang kan?
*Anggit Mime: Pecahkan saja gelasnya biar ramai
*Gladi Hardiyanto: Hus gak usah misuh2,nek banjir sing misuh2 biasane melu kebebleg banjir
Salam,
Een Irawan Putra
Foto diatas dicuplik dari sini
Read more
Lebaran sebentar lagi. Bulan puasa sudah mau habis. Tidak terasa kegiatan mulung di bulan suci Ramadhan ini sudah masuk di minggu ke-4 (empat). Tiga hari minggu yang lalu, para laskar karung masih tetap bersemangat untuk mulung. Semoga semangat mereka tak mengendur. Sayang kalau semangat utk berbuat baik demi lingkungan dan orang lain ini harus kendur karena berada di minggu ke-4 puasa.
Menurut seorang kawan yang gemar pergi mengaji .... minggu terakhir puasa adalah minggu yang banyak dinanti orang. Itulah minggu dimana umat Muslim selayaknya memperbanyak ibadah. Karena akan ada pengampunan dosa ... tentunya dengan catatan jika puasa dan ibadah di minggu2 sebelumnya dilakukan dengan penuh keimanan.
Jangan ... jangan sampai anda menyamakan antara kegiatan mulung dengan puasa. Secara jelas mulung itu memang tidak sama dengan puasa. Puasa dilakukan oleh manusia untuk Penciptanya, yaitu Allah SWT. Sementara mulung hanya dilakukan oleh para laskar karung untuk warga Bogor. Jelas kan perbedaan levelnya ... hehehe. Tapi mulung di saat2 biasa dengan mulung saat berpuasa, tentu rasanya beda. Ketika berpuasa terasa berat untuk dilakukan karena tenggorokan yang kering dan lambung yang kosong. Namun, juga ada rasa sejuk di hati saat memungut sampah2 plastik di sela batu Ciliwung.
Nahh mulung ke -27 kali ini adalah mulung terakhir di bulan puasa tahun ini. Jika anda merasa tertantang ingin merasakan ujian berpuasa sambil mulung ... silakan hadir tanpa ragu2. Sebab, minggu depan belum tentu ada acara mulung .... Kenapa? karena minggu depan waktunya berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Mungkin para laskar karung juga ingin beristirahat dan menikmati libur lebaran.
Di mana lokasi mulung ke-27? ... silakan lihat pengumuman di atas. Di sana tertulis Kampung Rambutan, Kelurahan Sempur, Bogor. Okay, be there yaa ....!
Read more
Tanya: KPC masih mulung di Ciliwung?
Jawab: Tentu doong ... KPC tetap mulung! Biar sekarang bulan puasa, KPC masih tetap akan mulung.
Tanya: Dimana lokasinya?Jawab: Masih sama seperti minggu lalu, yaitu di depan kantor RMI, Kelurahan Sempur.Tanya: Lho ... kenapa di situ lagi?Jawab: Berdasarkan pengalaman minggu lalu, ternyata di lokasi itu sampah dan anakondanya buanyaaak sekali. Sayang aja kalo KPC harus pindah lokasi lagi. Lagian lokasinya kan gampang dijangkau dari sekretariat KPC, tinggal jalan aja ...
Tanya: Trus ... waktu atawa jam-nya masih sama?Jawab: Betul boss ... waktu mulung selama bulan puasa ini masih dilakukan sore hari, yaitu mulai jam 16.00 s/d waktu menjelang buka puasa.
Tanya: .... apalagi yaa? Ya udah deh gak ada pertanyaan lagiJawab: .... sip kalo gitu. Pada datang ikutan mulung kan?
Pembicaraan (tanya-jawab) di atas itu mungkin dapat memberi penjelasan lebih lengkap tentang kegiatan mulung KPC di minggu ke-26. Tepatnya hari Minggu, tanggal 6 September 2009. Berikut ini adalah banner-nya ...
Read more
Angka 25 ternyata hampir sama dengan angka 2. Siapa bilang?
Yaa jelas yang bilang cuman orang gila atau aneh. Jelas2 kesamaan keduanya hanya di angka pertama, yaitu 2. Selebihnya pasti lah beda.
Tapi ... jangan2 memang hampir sama, terutama kalo yang menganggapnya adalah orang2 yang punya niat dan semangat tinggi demi cita2 yang tinggi pula. Biasanya adalah orang2 yang selalu tuma'ninah, presisten dan yakin pada apa yang ia percaya adalah baik.
Begini ceritanya ...
Angka 25 itu adalah angka dari pemulungan sampah di Ciliwung yang ke-25 kalinya oleh KPC. Sedang angka 2 itu adalah puasa minggu kedua bagi semua umat Islam tak terkecuali para laskar karung KPC. Keduanya sama2 berat untuk dilakukan dan penuh tantangan. Namanya puasa pasti lelah. Namanya juga sudah mulung 25 kali pasti juga lelah ...
Tapi saya yakin para laskar karung KPC bukanlah laskar karung biasa yang dengan gampang menyerah pada tantangan. Mereka pastinya siap sedia utk terus melanjutnya nadzar mulung setiap minggu. Apalagi ini dilakukan sembari beribadah puasa ... insya Allah akan berkah.
Atas permintaan para laskar karung juga, maka pemulungan hari minggu ini dan selama bulan puasa ini dilakukan di seputaran Kelurahan Sempur. Untuk jelasnya silakan lihat pengumuman di samping ini.
Read more
Ramadhan sudah dekat. Bagi umat Islam tentunya bulan ini adalah bulan penuh berkah. Bulan di mana umat Islam berpuasa di siang hari, bertarawih di malam hari, serta memenuhi harinya untuk beribadah. Itu semua dilakukan dengan tulus ikhlas dan ditujukan pada Sang Kuasa.
Saking tingginya nilai dan makna dari bulan ramadhan, maka segala hal yang menyangkut keutamaan beribadah diberi perhatian khusus. Salah satu perhatiannya adalah mensucikan diri secara fisik dan mental. Tak perlu menanyakan suci itu apa, karena semua orang dengan gampang akan menafsirkannya dengan sesuatu yang bersih. Bersih mental sudah pasti karena setiap umat Islam telah diajarkan untuk membersihkan segala hal yang dapat mengotori amal ibadahnya. Bersih fisik tak hanya pada diri masing2 manusia yang bersangkutan, namun juga pada lingkungan sekitarnya.
Maka tak ada salahnya pula jika setiap umat Islam mengutamakan kebersihan sungai yang mengalir di lingkungannya masing-masing. Tak terkecuali tentunya Sungai Ciliwung. Semua orang tahu, semua juga paham bahwa Ciliwung masih jauh dari istilah bersih. Marii … saudara2ku umat Islam di Bogor … mari kita bersihkan bersama2 Sungai Ciliwung yang membelah Kota Bogor tercinta ini! Dengan semangat ramadhan, mari kita terapkan sebuah hadist rasul yang mengatakan “Kerbersihan adalah sebagian dari iman”. Semoga iman kita semakin bertambah dengan membersihkan lingkungan kita Sungai Ciliwung. Amiiin.
Pada bulan ramadhan ini, karena kondisi fisik yang menurun pada sebagian besar dari umat Islam di Bogor, maka Komunitas Peduli Ciliwung memindahkan jam pemulungan sampah Ciliwung dari pagi hari menjadi sore hari. Waktu mulung sepanjang bulan ramadhan ini dimulai pukul 16.00 (BBWI) hingga menjelang berbuka.
Berikut ini adalah lokasi dan waktu pemulungan di hari Minggu, tanggal 23 Agustus 2009:

Read more
Setelah minggu lalu para laskar karung mencoba segala ilmu kanuragan dalam penaklukan anaconda di Lebak Kanting, Sempur. Hari minggu ini pendekar2 sakti mandraguna tersebut kembali menyatroni sarang anaconda yang sama.
Kenapa mereka kembali? Rupanya tugas mulia mereka belum lagi tuntas. Sekawanan anaconda berumur puluhan tahun masih juga bercokol di balik2 batu Ciliwung. Rupanya selama ini kawanan anaconda itu tidak tampak karena tertutup air. Begitu Ciliwung surut airnya, maka menyembul-lah kepala2 meraka diantara bebatuan sungai.
Maka, tak perlu diragukan lagi, wahai pendekar laskar karung. Mari taklukan anaconda yang bercokol di wilayah Lebak-Kanting Sempur. Seperti juga minggu lalu, lokasi kita masih sama. Jangan lupa agar datang tepat waktu, sebab kawanan anaconda sudah menunggu untuk kita taklukan ...
Mau tahu lokasinya di mana?
Silakan baca terus (klik selengkapnya)

Read more
8, ya kita lafalkan dengan "D E L A P A N".
Entah soedah berapa toelisan jang mengatakan bahwasanja delapan mempoenjai arti khoesoes. Jika dilihat setjara sepintas angka ini dibentoek dari doea boeah boelatan jang diletakan di atas dan bawahnya. Memboeatnya poen moedah, doe angka nol jang berarti kosong, tak bernilai, ... "
tiada artinja" - diletakan setjara vertikal beroeroetan menjadi bentoek jang baik.
Boelatan2 ini poen ada jang menggambarkannja sebagai lambang kesempoernaan. Kesempoernaan meroebah dari ketiadaan, ketidakmampoean (ketidakpedoelian), kehampaan akan Soengai Tjiliwoeng menjadi pemandangan terindah di sekeliling kita.
Tentoenya, di
AKSI Mungut ke-DELAPAN ini, kita akan bersama-sama menoejoe kesempoernaan tsb.
"Mimpi akan Tjiliwoeng Bersih"
Read more
Malam itu tepat pukul 7, terdengar suara sorak soray anak-anak kecil yang akan menonton pertunjukan layar tancap. Meskipun acara belum dimulai warga sekitar Lebak Kantin-Sempur sudah ramai berdatangan. Peserta yang hadir dari berbagai usia, mulai dari anak-anak, anak muda, orang dewasa dan orang tua, mereka tumpah ruah di lapangan Sekolah Dasar Sempur Kidul. Mereka menanti-nanti akan dimulainya pertunjukan. “Aya naon-nya…???” “nonton apaan sie…?” “film bioskop kali…” “teu nyaho ahh…!!” begitulah kira-kira celutakan-celutakan yang terdengar sebelum acara dimulai.
Film pertama yang diputar adalah “Teluk Jakarta Under Pressure”, film yang bercerita tentang sampah di Ciliwung ini mendapat antusias yang luar biasa dari penonton yang hadir, teriakan dan tepuk tanganpun tak terelakan. Begitupun film kedua mengenai “Krisis Air di Kota Hujan”, apalagi pada saat ada adegan wawancara warga Lebak Kantin. Merekapun tertawa terbahak-bahak… entah apa yang ditertawakan… ternyata warga tersebut cukup dikenal dikalangan warga yang nonton malam itu. “itukan pak itu…!”. Untuk menambah semarak nonton malam itu, kegiatan dikombinasikan dengan interaksi dengan anak-anak, karena malam itu penonton yang banyak dari kalangan mereka. Tak ketinggalan tim PLH pun ikut terlibat memeriah acara layar tancap dan merekapun mendapat sambutan yang baik dari warga yang nonton.
Sebelum film ketiga diputar , tak lupa sosialisasi dan ajakan kepada warga yang nonton untuk ikut peduli serta mendukung aksi bersih Ciliwung. Kegiatan ini memang bertujuan untuk public awarness bagi warga sekitar bantaran Ciliwung. Agar acara makin semarak pemutaran “film kartun”pun diputar. Film ini bercerita mengenai bencana banjir, dan film ini khusus dibuat untuk media pembelajaran bagi anak-anak dan tentunya mereka sangat menikmati.
Diakhir acara diputar slide show dan film pendek tentang aksi bersih Ciliwung. Banyak sekali ekspresi yang terlontar, ada yang serius, tertawa, kagum, dsbnya. Acarapun ditutup dengan pemutaran lagu. Setelah selesai kami sempet berdiskusi dengan warga dan sekitar termasuk perwakilan pemerintah dan tokoh masyarakat lainnya.“Bagusnya yang nonton tidak hanya warga Lebak Kantin dan sekitarnya tapi warga Sempur juga dong, kita buat aja di Lapangan Sempur”, usul Pak Saepul dari Kelurahan Sempur.
Melihat animo warga Lebak Kantin yang sangat antusias membuat tim festival untuk melanjutkan layar tancap berikutnya. Untuk itu agenda layar tancap berikutnya akan diputar di Pulo Guelis. Tunggu kedatangan kami disana……… sampai jumpa lagi….




Read more
Sungguh indah bisa meluangkan waktu, walau hanya beberapa saat, mengotori diri kita dari pagi hingga siang. Hanya ini lah yang dapat kami lakukan, melihat yang terjadi dan mencoba turut menganyunkan lengan, membuka jemari kita, dan meraih apa yang telah kita buang tuk tempatkan kembali ke tempatnya dengan baik.
Rekan-rekanku, ...
Mari kita luangkan waktu untuk membantu diri sendiri dengan melihat sekeliling kita. Sudahkah kita memberi apa yang telah diberikan oleh sungai, hutan, air, dan segala isinya tuk hidup ini.
Selamat Hari Air Sedunia
Read more
Para teman2
volunteer pemulung sampah Ciliwung, para warga Bogor, dan para pembaca blog yang budiman,
Jangan lupa ... kita akan segera melakukan pemulungan sampah kedua di Ciliwung. Catat tanggal dan waktunya:
Hari: Minggu, 22 Maret 2009
Waktu: ... dimulai sekitar jam 07.30 s/d 11.00
Lokasi kumpul: ... lapangan Sempur, Kota Bogor
Bagi yang tertarik untuk ikutan, silakan bergabung langsung dengan kami di lapangan. Jangan lupa, karena Anda akan basah dan kotor, mohon gunakan pakaian yang sesuai (jangan pake baju pesta ... hehehe). Baik sekali jika Anda juga melengkapi diri dengan sepatu bot.

Hanya inilah Aksi yang dapat kami lakukan dalam memperingati
Hari Air Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret ini. Kawan-kawanku sebangsa dan tanah air, mari kita gabung dalam aksi nyata ini, kalau tidak sempat, silahkan boeat di tempat masing-masing.
Untuk-Mu Dunia Kita, Hidup dan Kehidupan.
Read more